Beri Efek Jera, Retribusi IMB Cengkareng Lampaui Target

Jumat, 21 Nopember 08 – oleh : Sunarya

Banyaknya pelanggaran ketentuan dan tata ruang yang terjadi di Cengkareng, Jakarta Barat, yang belakangan menjadi sorotan berdampak negatif bagi negara. Kusnadi, selaku Kasi P2B Cengkareng pun tidak bisa berbuat banyak untuk melakukan upaya penertiban, ia pun tidak kehilangan akal. Langkah apa yang dilakukan Kusnadi?

Para pemilik bangunan yang diduga melanggar di wilayah Cengkareng setiap harinya selalu saja bertambah. Seksi P2B Cengkareng yang menangani khusus bidang pembangunan pun harus bekerja keras berupaya menertibkan.

Karena minimnya anggaran dari pusat untuk melakukan upaya paksa bongkar, Kusnadi mengambil kebijakan dengan mengenakan denda kepada para pemilik bangunan bermasalah. Kebijakan mengenakan denda kepada para pemilik bangunan bermasalah berimbas pada meningkatnya retribusi pendapatan wilayah Kecamatan Cengkareng. Sehingga, pendapatan retribusi IMB Cengkareng melampaui target senilai Rp 3,8 miliar.

Pelanggaran terjadi antara lain karena masyarakat memiliki lahan terbatas sehingga secara tidak langsung melakukan pelanggaran. Sebenarnya dalam hal ini instansi tata kota harus sudah berani melakukan evaluasi tata ruang sesuai dengan perkembangan kota. Karena diyakini saat ini jumlah penduduk semakin bertambah tetapi lahan semakin sempit.

Sehingga dalam permasalahan ini yang terkena dampak adalah instansi P2B. seperti contohnya di cengkareng. Setelah imediacyber melakukan investigasi, banyak sekali masyarakat yang dengan terpaksa melanggar dalam membangun rumah tinggal dan lainnya.

Langkah positif pun dilakukan juga oleh Sudin P2B Jakarta Barat beberapa waktu lalu. Operasi yustisi yang dilakukan Sudin P2B Jakarta Barat untuk menjaring bangunan-bangunan yang melanggar ketentuan. Para pelanggar dikenakan sanksi denda sesuai dengan tingkat kesalahannya.

Agaknya tindakan positif Seksi P2B Cengkareng dan Sudin P2B Cengkareng perlu di acungkan jempol. Sukses selalu P2B…!

Bangunan Diduga Bermasalah Tumbuh Subur Di Pademangan, Jakarta Utara

Minggu, 16 Nopember 08 – oleh : Sunarya

Bangunan yang diduga melanggar ketentuan lahan di wilayah Pademangan, Jakarta Utara, kerap berjalan aman. Maraknya bangunan bermasalah yang kian tak terkendali terkesan dibiarkan. Upaya penertiban yang dilakukan aparat pun tidak tepat sasaran. Siapakah yang bermain dibalik pelanggaran tersebut?

Suku Dinas P2B Jakarta Utara terkesan tutup mata terkait maraknya bangunan yang melanggar ketentuan di Kecamatan Pademangan, Jakarta Utara. Terbukti, tim investigasi imediacyber menemukan sedikitnya 13 bangunan yang diduga bermasalah dibiarkan berjalan aman tanpa adanya upaya paksa bongkar. Maraknya bangunan bermasalah diwilayah tersebut juga dikeluhkan beberapa warga sekitar yang disampaikan langsung kepada imediacyber melalui kolom komentar website redaksi imediacyber. ” Saya melihat bukan hanya di wilayah Kotamadya Jakarta Barat saja. Saya sendiri banyak menemukan bangunan-bangunan bermasalah di Kec. Pademangan khususnya Kel Pademangan Timur,” ujar fernando warga Kel. Pademangan Timur kepada imediacyber.

Selain itu Fernando juga mengeluhkan serta menyoroti banyaknya bangunan bermasalah di wilayah Kel. Pademangan Timur dapat berdiri kokoh tanpa diberikan sanksi tegas. Ada indikasi, bangunan yang diduga bermasalah tersebut tetap dapat kokoh berdiri karena dibekingi oknum pejabat nakal instansi terkait. ”Informasi tak sedap menyangkut sepak terjang aparat P2B Kecamatan memang kerap terdengar. Asal ada uang bangunan yang melanggar bisa diselesaikan,” ujar nara sumber yang meminta agar namanya dirahasiakan.

Anggota DPRD DKI Ketua Komisi D Sayogo Hendrosubroto pun angkat bicara ketika dihubungi imediacyber melalui HP-nya terkait marak bangunan di wilayah Pademangan, Jakarta Utara. ”Jika ada bangunan yang melanggar aturan terus dibiarkan karena pastinya ada oknum terkait terlibat. Jika ada bangunan bermasalah ya dibongkar,” tegas Sayogo.

Di akhir pembicaraannya dengan imediacyber, Sayogo mengatakan bahwa jika ada pejabat nakal yang terlibat harus diberi sanksi tegas. Dengan kata lain maksud Sayogo adalah pejabat nakalnya pun harus diberi sanksi tegas guna memberi efek jera. Dan bukan hanya pemilik bangunan yang diberikan sanksi tegas upaya paksa bongkar.

Daftar bangunan diduga bermasalah di Kec. Pademangan, Jakarta Utara:

1. Proyek bangunan di Jalan Ampera VII RT 009/15 No.86 Kel. Pademangan Barat.
2. Proyek bangunan tiga lantai di Jalan Pademangan III Gang 5 RT 05/07 Kel. Pademangan Timur.
3. Proyek bangunan tiga lantai di Jalan Pademangan II Gang 15 No.42 Kel. Pademangan Timur. No PIMB:1823/08 Tgl 06-06-08.
4. Proyek bangunan Kantor di Jalan Pademangan IV Gang 23/6B RT 011/01 Kel. Pademangan Timur. N0 PIMB:412/08 Tgl 12-02-08.
5. Proyek bangunan di Jalan Pademangan VI Gang 34 No.56 Kel. Pademangan Timur. No PIMB: 01273/PIMB/B/08 Tgl 17-04-08.
6. Proyek bangunan di Jalan Pademangan VI Gang 34. No PIMB: 1358/PIMB/U/08 Tgl:25-04-08, No IP: 5120/IMB/08.
7. Proyek bangunan di Jalan Pademangan II Gang 25 RT 006/02 Kel. Pademangan Timur.
8. Proyek bangunan dua unit ruko dan satu unit rumah tinggal di Jalan Pademangan II Gang 12 RT 009/05 No.239 Kel. Pademangan Timur. No IP: 390/PIMB/U/08 Tgl 06-02-08 dan No IP: 389/PIMB/U/08 Tgl 06-02-08.
9. Proyek bangunan di Jalan Pademangan II Gang 10 RT 005/05 Kel. Pademangan Timur.
10. Proyek bangunan di Jalan Pademangan II Gang XI RT 006/05 No.232A Kel.Pademangan Timur. No IMB: 1230/PIMB/08 Tgl 14-04-08.
11. Proyek bangunan di Jalan Pademangan II RT04/04 No.52A Kel. Pademangan Timur.
12. Proyek bangunan tiga lantai di Jalan Satria II RT 008/01 Kel. Pademangan Barat
13. Proyek Bangunan tiga lantai setengah di Jalan Satria IV RT 011/01 No.22 Kel. Pademangan Barat. No IP:2401/PIMB/U/08 Tgl 08-07-08.

Bawasko Jakbar Gentar Menindak Bangunan Bermasalah Di Kalideres

Selasa, 26 Agustus 08 – oleh : Sunarya

Beragam pelanggaran ketentuan dan tata ruang di wilayah Kalideres, Jakarta Barat kian meningkat tajam. Instansi seperti Badan Pengawasan Kota (Bawasko) Jakbar yang seharusnya peka terhadap permainan-permainan kotor para pelanggar termasuk pejabat terkait seolah gentar tak bernyali memeriksanya. Timbul pertanyaan, apakah Bawasko Jakarta Barat turut menerima sejumlah upeti?

Permasalahan pelanggaran ketentuan dan tata ruang di Kalideres, Jakarta Barat, bukan hal baru. Tetapi anehnya, pelanggaran terhadap ketentuan dan tata ruang yang diberikan tindakan tegas hingga saat ini bisa dikatakan jumlahnya baru satu banding 100 dari pelanggaran yang ada. Dan diduga, dalam setiap pelanggaran ketentuan yang tercipta ada tindak pidana korupsi hingga puluhan juta rupiah.

Bawasko, sebuah instansi yang memang di ciptakan untuk memeriksa para pejabat PNS tingkat walikota madya yang diduga nakal pun terkesan tidak jelas dan tidak transparan dalam melakukan pemeriksaan para pejabat yang nakal. Contohnya, beberapa kasus pelanggaran tata ruang dan ketentuan di Kalideres yang pernah dilaporkan secara tertulis oleh redaksi imediacyber.com hingga kini tidak pernah diberikan laporan hasil pemeriksaannya untuk dapat di publikasikan kembali kepada masyarakat.

Bahkan, saat imediacyber hendak menindak lanjuti surat yang dikirim kepada Bawaskodya Jakarta Barat, petugas Pamdal yang dipasang di depan pintu masuk ruang Bawasko mengatakan bahwa setiap surat yang masuk ke Bawasko akan di tindak lanjuti. Yang tentu saja perkataan Pamdal tersebut atas perintah salah satu staf Bawasko.

Anehnya, pejabat nakal yang sudah diperiksa Bawasko menjadikan hasil pemeriksaannya tersebut sebagai tameng (perisai-red) yang sewaktu-waktu dapat digunakan untuk mengelak dengan menjawab bahwa dirinya sudah diperiksa Bawasko.

Seharusnya, Bawasko mempublikasikan hasil pemeriksaannya terhadap pejabat nakal kepada masyarakat. Bahkan, jika perlu tanpa ragu menyeret pejabat nakal tersebut ke dalam hotel prodeo jika terbukti melakukan tindak pidana korupsi yang merugikan negara dan masyarakat. Jika demikian, kemanakah hasil pemeriksaan Bawasko dilaporkan? Karena, bukan tidak mungkin dalam pemeriksaan yang dilakukan Bawasko, pejabat nakal akan mengelak dengan mengatakan saya tidak korupsi. Dan Bawasko pun tidak pernah melakukan konfimasi ulang kepada instansi yang melaporkan pejabat nakal tersebut. Pertanyaannya, masih layakkah keberadaan Bawasko saat ini? Karena rumor yang beredar menyebutkan bahwa Bawasko diduga berkolusi dengan pejabat nakal bagai setali tiga uang.

Terlebih, para staf P2B Kalideres pun ke disiplinan dalam bekerja juga menjadi tanda tanya besar yang menuntut pemeriksaan Bawasko segera. Karena umumnya, pegawai negeri sipil (PNS) bekerja dari Senin hingga Jum’at dengan waktu kerja mulai jam delapan pagi sampai jam lima sore. Namun, para pengamat Seksi P2B Kecamatan Kalideres, Jakbar, khususnya pengamat P2B wilayah Kelurahan Pegadungan dan Kelurahan Kalideres berinisial YS dan SPY jarang sekali berada dikantor.

Menurut salah satu sumber, YS dan SPY dalam menandatangani berkas-berkas untuk kepentingan kantor seringkali dilakukan di luar kantor dengan di antar oleh stafnya dengan janjian terlebih dahulu. Dan biasanya penandatanganan yang menyangkut pekerjaan dilakukan di rumah, di masjid, di warung kopi atau di tempat yang tidak selayaknya dijadikan tempat bekerja.

Jadi, mungkin dalam waktu dekat, Seksi P2B Kalideres akan menjalankan program jemput berkas pengajuan IMB yang SPPL-nya ditandatangani di warung kopi sambil duduk deprok dan kongkow-kongkow (ngobrol/bicara-red).

Daftar sebagian bangunan melanggar ketentuan dan tata ruang di wilayah Kecamatan Kalideres, Jakarta Barat:
1. Proyek bangunan di Komplek Perum Taman Surya 3 Blok H7 No.1 Kel. Pegadungan.
2. Proyek rumah tinggal setinggi tiga lantai di Komplek Perum Taman Surya 3 Blok H7 No.21-22 Kel. Pegadungan.
3. Bangunan dengan izin rukan di Jalan Tampak Siring Blok KJB No.1-11. nomor IP: 386/KM/B/03 tanggal 24-12-2003.
4. Bangunan dengan izin rumah tinggal setinggi tiga lantai di Komplek Perum Citra 2 Blok C4 No.1 Kel. Pegadungan. Nomor PIMB: 169/PIMB/08 tanggal 23-1-2008.
5. Dua unit gudang di Jalan Tanjungpura Raya No.189 Kel. Pegadungan.
6. Renovasi/penyatuan dua kavling di Komplek Perum Daan Mogot Baru Jalan Gilimanuk No.16.
7. Proyek gudang di Jalan Prepedan Raya RT 04/013 Kel. Tegal Alur
8. Proyek di Jalan Prepedan Raya RT 03/013 No. 38 Kel. Tegal Alur
9. Proyek gudang di tengah pemukiman di Jalan Prepedan Dalam RT 02/09 Kel. Tegal Alur.
10. Proyek rumah tinggal di Komplek Perum Citra 2 Blok O3 No.2 Kel. Pegadungan.
11. Proyek rumah tinggal di Jalan Keakraban IX Blok D2 No.21 Kel. Pegadungan.
12. Proyek di Jalan Utan Jati No.20/Jalan Bedugul I-A No.1 Kel. Kalideres
13. Proyek rumah tinggal di Jalan Palem Merah Blok C No.18 Kel. Pegadungan.

Gubernur Harus Tahu Pelanggaran Fatal Di Pesanggrahan, Jaksel

Rabu, 20 Agustus 08 – oleh : Sunarya

Pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Pembangunan di Jakarta Selatan menjadi pertanyaan. Keberadaannya tidak banyak berpengaruh terhadap banyaknya pelanggaran tata ruang dan ketentuan di Jakarta Selatan.

Sebagai wilayah katagori elite, Jakarta Selatan, menjadi sorotan utama langsung dari Wakil Gubernur DKI Jakarta Prijanto. Betapa tidak, hanya di Jakarta Selatan yang memiliki Satgas Pembangunan yang dibentuk langsung oleh Wakil Gubernur DKI Jakarta Prijanto. Tapi, sudah semaksimal apa kinerjanya?

Karena saat ini, di wilayah Jakarta Selatan, tepatnya di Kecamatan Pesanggrahan. Sebuah bangunan melanggar ketentuan yang sangat mencolok berdiri megah di pinggir jalan protokol. Lebih tepatnya di Jalan Ciledug Raya No.5A-6 Kelurahan Petukangan Utara, Kecamatan Pesanggrahan, Jakarta Selatan. Bangunan dengan fisik rumah toko (ruko) dan sarana olahraga futsal tersebut hingga kini masih terus berjalan mulus tanpa diberikan sanksi tegas dari aparat instansi terkait yang dalam hal ini adalah P2B. Timbul pertanyaan, adakah oknum pejabat nakal yang bermain dan mengeruk keuntungan pribadi sebesar-besarnya yang sangat merugikan negara? Jawabnya mungkin ada.

Ironis memang, pada wilayah yang sudah dipantau sedemikian ketatnya, bahkan dalam pengawasan langsung dari wakil pimpinan tertinggi DKI Jakarta masih saja ada oknum pejabat yang berani bermain dengan pemborong nakal. Pertanyaannya, apa yang membuat oknum pejabat nakal tersebut begitu berani mengambil risiko dengan membiarkan pelanggaran tersebut tetap berjalan mulus? Atau adakah interfensi dari pekerja kuli tinta yang seharusnya bekerja mulia untuk masyarakat dalam pelanggaran ini? Layaknya iklan penyedap rasa di televisi, bisa saja.

Karena seharusnya, seperti dalam Seminar Jurnalisme Warga yang di adakan Dewan Pers baru-baru ini, Ketua PWI Pusat Bidang Multimedia Priyambodo RH yang juga pengajar Cyberjournalism LPDS-Dewan Pers dan Cyberjournalist ANTARA Multimedia Gateway mengatakan, “Wartawan bukanlah pahlawan. Wartawan lebih tepat sebagai sang pencatat sejarah, yang dalam tugasnya seringkali mengabadikan kegiatan dan sosok kepahlawanan.” Priyambodo juga menambahkan bahwa fungsi multimedia massa adalah memberi informasi ke publik, mendidik publik, menghibur publik dan pengawasan sosial.

Memang sudah semestinya yang berwenang dalam permasalahan ini adalah instansi Pengawasan dan Penataan Bangunan (P2B). Namun, hingga saat ini instansi P2B tingkat kecamatan dan Satgas Pembangunan tenang-tenang saja melihat pelanggaran ketentuan tersebut. Jika demikian, Dinas P2B DKI Jakarta dan Wakil Gubernur DKI Jakarta harus secepatnya turun tangan mengambil tindakan tegas. Karena kuat dugaan, pejabat berwenang enggan menindak dan bahkan terkesan berkolaborasi menciptakan pelanggaran dengan sang pekerja kuli tinta.

Jadi, kalau sudah begini keadaannya, bagaimana nasib masyarakat yang tidak berdosa yang selalu saja terkena dampak negatifnya? Kaciaaan deh elu…

Oriflame Punya Wewangian Baru

Rabu, 20 Agustus 08 – oleh : Sunarya

Kemegahan warisan perusahaan kosmetik asal Swedia – Oriflame tampak lebih bersinar saat diluncurkannya wewangian terbaru Oriflame, Radiant Lights. Kehadiran wewangian baru ciptaan perfumer Marie Salamagne ini tercipta untuk mengambarkan semua keindahan alam yang mempesona dari negara Swedia, serta terilhami oleh lamanya waktu siang hari dan hangatnya musim panas disana.

Aroma wewangian terbaru Radiant Lights merupakan gabungan dari gemerlap wewangian bunga-bunga dan kesegaran bebuahan, ditambah dengan kekuatan hangatnya cahaya-cahaya sensual yang sering terlihat di Utara Swedia. Kilauan ketika terbitnya sinar matahari merupakan fenomena alam yang memiliki makna yang tidak dapat terlukiskan, hal inilah yang secara sempurna terdapat dalam wewangian terbaru Radiant Lights.

Radiant Lights hadir dan melengkapi seri wewangian terdahulunya, Oriflame Northern Lights. Kedua wewangian ini terinspirasi oleh keindahan fenomena alam Northern Lights atau Aurora Borealis, yang dapat terlihat dan muncul di langit di kawasan utara. Radiant Lights merupakan wewangian ringan untuk siang hari dengan aroma orisinil yang diambil dari wewangian Northern Lights dan merubahnya menjadi kehangatan sinar matahari dengan memberikan energi positif yang menyala-nyala. Sentuhan akhir wewangian yang tertinggal akan memberikan rasa percaya diri dan rasa sensualitas dari sensasi sinar matahari musim panas sepanjang tahun.

Perfumer Marie Salamagne menciptakan wewangian Radiant Lights dengan menggunakan orange blossom sebagai inspirasi utamanya menjelaskan, “Wewangian Radiant Lights merupakan pengabungan perubahan kilauan cahaya yang terus menerus dari unsur feminitas dan persona wanita yang terpancar melalui kebahagiaan yang mengalir dan menyebar melalui daya tarik sensual pemakainya. Aroma kesegaran awal berasal dari Grapefruit dan pear, lalu wangi bunga acacia, jasmine, lily dan cedarwood menciptakan aroma inti yang mengangkat daya tarik feminim. Selanjutnya, aroma musk, sandalwood, amber dan sentuhan vanilla menambahankan sensualitas dari wewangian mewah ini.”

Shita Laksmita, Marketing Manager Oriflame Indonesia mengatakan, ”Kerjasama dengan para perfumery kelas dunia merupakan salah satu upaya Oriflame untuk menjaga kualitas produk wewangian. Aroma wewangian terbaru Radiant Lights ciptaan Marie Salamagne diharapkan dapat melengkapi hari-hari wanita aktif yang menyukai kesegaran aroma bunga-bunga dan kesegaran bebuahan.”

Oriflame Radiant Lights Eau de Toilette dikemas dalam botol bening 50ml dengan harga Rp. 249.000, tersedia pada bulan September 2008 dan dapat diperoleh melalui Consultant Oriflame Indonesia.

Jadi, mari kita sambut hadirnya sinar pagi dan nikmati hangatnya musim panas ala Swedia dengan wewangian terbaru Radiant Lights dari Oriflame.

KEPADA PARA POLITIKUS

Senin, 11 Agustus 08 – oleh : Teguh Wibowo SPdI/Abu Zahro

Seperti kita tahu bahwa tahun 2009 nanti kita bangsa Indonesia akan mengadakan pesta demokrasi. Para pemain politik masing-masing ingin memperoleh suara terbanyak alias kemenangan. Ada yang dijagokan, ada yang menjagokan dirinya sendiri. Merekapun punya niat masing-masing. Ada yang berniat ingin menegakkan dan membela kebenaran. Ada yang ingin meraih popularitas. Ada yang ingin memperoleh kursi. Bahkan takjarang ada yang ingin meraih kekayaan. Nabi SAW bersbda: “Sesungguhnya setiap amal itu tergantung niatnya. Dan setiap amal itu akan memperoleh (balasannya di sisi Alloh) sesuai dengan niatnya masing-masing…” HR. Bukhori, Muslim.

Setelah kita bicarakan niat, selanjutnya kita bicarakan strategi atau teknis. Sebelum pesta demokrasi itu digelar, masing-masing kandidat sibuk menyusun strategi demi meraih simpatik massa agar mereka memperoleh suara terbanyak demi meraih kemenangan. Dari strategi masing-masing, ada yang menempuh jalan yang cantik dan baik sesuai prosedur. Ada yang menempuh jalur nakal, dengan cara saling menghina dan menjatuhkan oposisinya. Ada yang menempuh jalur kotor dengan menghalalkan segala cara.

Mereka yang menmpuh jalur kotor ini bisa mencari dana kampanye dari manapun tak peduli halal atau haram. Begitupun dalam meraih simpatik massa, tak peduli melakukan cara apapun, halal atau haram mereka lakoni. Misalnya dengan menggandeng kaum selebritis (artis). Mereka dibayar kemudian disuruh menyanyi dan menari erotis yang menantang undang-undang Alloh dan mengundang murka Alloh. Bagi mereka “Biarin Alloh murkakepada kami, yang penting kami memperoleh simpati massa, terus kami menang. Biarin Alloh murka kepada kami, yang penting orang-orang senang kepada kami. Emangnya Alloh yang memberi kedudukan dan kekuasaan kepada kami, toh yang memberi kekuasaan kepada kami adalah rakyat…!” Ekstrimnya adalah, “Biarin kami ke neraka yang penting di dunia kami sukses, dapat harta, tahta dan wanita…!”

Mereka para pemain politik lupa akan firman Alloh: “Katakanlah (olehmu hai Muhammad): “Ya Alloh Yang mempunyai kerajaan, Engkau berikan kerajaan kepada orang yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut kerajaan dari orang yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan orang yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan orang yang Engkau kehendaki. Di tangan Engkaulah segala kebajikan. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.” QS. 3:26

Sesungguhnya yang memberi kekuasaan adalah Alloh, bukan rakyat. Dan bagi siapa yang dikehendaki Alloh maka Dia akan berikan kekuasaan itu, pun Dia mencabutnya kepada siapa yang Dia kehendaki. Mereka para politikus juga lupa bahwa menang kalah itu sudah ditetapkan Alloh dalam buku induknya (lauh mahfuzh) sebelum alam semesta ini diciptakan.

Alloh swt berfirman: “Tiada suatu bencana (kejadian)-pun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) yang menimpa dirimu melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauhul Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu mudah bagi Alloh. (Kami jelaskan yang demikian itu) supaya kamu jangan berduka cita terhadap apa yang luput dari kamu, dan supaya kamu jangan terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu. Dan Alloh tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi membanggakan diri.” QS. 57:22-23.

Ingat bahwa semua kejadian apapun telah ditetapkan oleh Alloh dari sejak terciptanya alam semesta sampai qiyamat. Hal ini juga dinyatakan oleh Rosul-Nya: “Sesungguhnya Alloh telah menetapkan taqdir kepada seluruh makhluq-Nya 50.000 tahun sebelum Dia menciptakan langit dan bumi,.” HR. Bukhori, Muslim.

Oleh karenanya kita dilarang berputus asa dan kecewa dari apa yang luput dari kita, karena memang taqdir-Nya demikian. Pun kita tak perlu bangga dengan apa yang kita peroleh, karena memang taqdir-Nya demikian. Seorang mu’min hanya disuruh berniat dan berusaha dengan benar. Jika niatnya dan usahanya benar maka itulah yang akan ia peroleh balasannya dari Alloh, berupa ridho, ampunan dan pahala-Nya berupa surga yang penuh dengan kenikmatan. Sebaliknya jika niat dan usahanya salah, maka iapun akan memperoleh sesuai dengan niat dan usahanya itu yaitu murka Alloh yaitu neraka yang penuh dengan siksaan yang pedih.

Mengapa kita bangga dengan hasil yang kita peroleh, bukankah hasil yang kita peroleh memang sudah ditetapkan Alloh jauh-jauh hari sebelum Alloh ciptakan langit dan bumi? Buat apa kita bangga dengan hasil yang kita peroleh, jika niat dan cara kita tidak benar, padahal kita akan meninggal dunia dan hanya membawa dosa-dosa akibat niat dan cara kita salah?

Seorang mu’min tak akan kecewa dengan kekalahan pun tak perlu bangga dengan kemenangan, karena ia tahu bahwa semua kejadian telah ditetapkan oleh Alloh SWT. Yang penting bagi si mu’min adalah bahwa dia telah berniat dan berusaha dengan benar. Dan mu’min sadar betul bahwa semua gerak-geriknya dilihat, dicatat dan kelak akan dibalas oleh Alloh SWT.

Bagi politikus yang beriman, maka ia akan bermain dengan cantik. Karena bagi mereka adalah niat dan caranya, mereka sadar bahwa yang akan dibawa mati adalah niat dan caranya. Sedangkan hasilnya telah ditetapkan oleh Alloh, maka mereka akan tawakkal kepada Alloh. Sehingga akhirnya hati mu’min itu merasa tetang dan tentram. Alloh SWT berfirman: “Katakanlah: “Sekali-kali tidak akan menimpa kami melainkan apa yang telah ditetapkan Alloh untuk kami. Dialah Pelindung kami, dan hanya kepada Alloh orang-orang yang beriman harus bertawakkal.” QS. 9:51.

Juga firman-Nya: “Dia-lah yang telah menurunkan ketenangan ke dalam hati orang-orang mukmin supaya keimanan mereka bertambah di samping keimanan mereka (yang telah ada). Dan kepunyaan Alloh-lah tentara langit dan bumi [yaitu para malaikat yang akan menolong orang-orang yang beriman] dan adalah Alloh Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana, supaya Dia memasukkan orang-orang mukmin laki-laki dan perempuan ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya dan supaya Dia menutupi kesalahan-kesalahan mereka. Dan yang demikian itu adalah keberuntungan yang besar di sisi Alloh, dan supaya Dia mengazab orang-orang munafik laki-laki dan perempuan dan orang-orang musyrik laki-laki dan perempuan yang mereka itu berprasangka buruk terhadap Alloh. Mereka akan mendapat giliran (kebinasaan) yang amat buruk dan Alloh memurkai dan mengutuk mereka serta menyediakan bagi mereka neraka Jahannam. Dan (neraka Jahannam) itulah seburuk-buruk tempat kembali.” QS. 48:4-6

JERITAN HATI SI MISKIN

Senin, 11 Agustus 08 – oleh : Teguh Wibowo SPdI/Abu Zahro

Suatu hari datanglah ke puskesmas seorang ibu yang menggendong anaknya yang berusia dua bulan bersama suaminya. Rupanya mereka ingin mengobati anaknya yang demam tinggi. Ibu terlihat begitu gelisah. Ia menunggu giliran antrian. Sementara itu anaknya rewel dan terus menangis. Suaminya terlihat mendampingi dengan wajah cemas. Ibu itu sibuk membujuk dan merayu bayinya agar tidak menangis, berbagai cara ia lakukan, dengan menimang-nimang, mengayun-ayunkan dalam pelukannya, namun bayi ini tak kunjung diam, ia tetap rewel dan menangis. Ibu dan bayinya inipun menjadi perhatian pasien yang lain, hampir semua mata memandangnya. Entahlah apakah pandangan kasihan ataukah pandangan merasa terganggu dengan berisiknya suara bayi itu.

Sementara itu petugas jaga tiket antrian cuek saja. Setelah tiba gilirannya maka ibu ini segera mengambil tiket dan membayar uang recehan Rp. 3.000,- Setelah inipun ibu dan suaminya masih harus mengantri untuk menunggu panggilan bu bidan atau pak dokter. Ibu ini terus saja mondar-mandir sibuk mendiamkan anaknya yang rewel. Akhirnya ibu ini dipanggil juga.

Setelah menghadap maka segera ibu ini menyampaikannya keluhannya, “Tolong bu anak saya ini sangat panas. Tolong segera diobati.” Sejurus kemudian bu bidan memeriksa badan bayi yang demam itu. “Anak ini harus dirawat karena demam tinggi. Tapi ibu harus membayar dulu.” Seru bu bidan itu.

“Berapa bu?” jawab ibu pasien. “Dua puluh ribu rupiah.” Jawab bu bidan singkat. “Tapi kami punya asuransi pengobatan orang miskin bu…!” ibu pasien berusaha menjelaskan. “Pokoknya ibu bayar dulu, baru kami tangani.” Bu bidan itu pun mengabaikan ibu pasien ini sambil memanggil nomor urut pasien lainnya.

Segera ibu itu menemui suaminya, “Pak kita harus segera cari uang Rp. 20.000,- kalau tidak bayar dulu anak kita tidak diobati.”

“Ya sudah kamu tunggu di sini, saya cari uang dulu ya.” Segera suaminya bergegas keluar puskesmas dan berusaha mencari uang Rp. 20.000,- Entah hendak pergi kemana ia untuk mendapatkan uang itu. Belum lama suaminya pergi, tiba-tiba anak yang menangis itu diam dalam gendongan ibunya. Ibu itu tersentak kaget. Kok tiba-tiba diam. Dilihatnya anaknya itu dengan seksama. Ia tidak tahu apa yang terjadi. Segera ia memberanikan diri menerobos masuk ruang kerja dokter dan menanyakan apa yang terjadi.

Melihat ibu yang panik itu, dokter segera memeriksa si bayi yang berada dalam gendongan ibunya. Tiba-tiba dokter itu menoleh ke wajah ibu dan berkata, “bayi ini sudah meninggal.”

Bagai di sambar petir di siang bolong, ibu ini begitu terpukulnya. Ia segera berhambur keluar dan menangis tersedu-sedu menunggu kedatangan suaminya yang sedang berusaha mencari uang Rp. 20.000,- guna mengobati bayinya. Tak lama kemudian suami ibu itupun datang, “Bu, alhamdulillah aku sudah mendapatkan uang Rp. 20.000,- boleh pinjam sama tetangga kita.” Begitulah bapak itu berbicara dan langsung saja duduk di samping istrinya.

Namun ibu itu justru semakin keras suara tangisnya. Suaminya menjadi bingung karenanya. “Pak, anak kita sudah meninggal dunia.”

Betapa tersentaknya bapak itu. Ditatapnya dalam-dalam jabang bayi dan darah dagingnya yang begitu disayanginya. Wajahnya sudah pucat pasi. “Innaalillaahi wa innaa ilaihi rooji’uun.” Uang Rp. 20.000,- itupun dimasukan kembali ke dalam saku bajunya.

Dengan langkah gontai kedua suami istri itu segera meninggalkan puskesmas itu. Suaminya dengan bergumam ia berkata, “Ya Alloh ampunilah bu bidan itu, berilah ia hidayah-Mu.” Beberapa pasang mata berkaca-kaca dan meneteskan air memandang sepasang suami istri yang sedang dilanda duka. Bu bidan yang melihat kejadian itu ikut menangis seakan merasa bersalah.

Semoga kisah ini menjadikan pelajaran bagi kita semua. Hendaknya kita menolong orang yang berada dalam kesusahan tanpa harus dahulu meributkan keuangan atau imbalan, terlebih kita tahu bahwa yang ditolong adalah orang miskin. Benar bahwa kematian adalah urusan Alloh, ia adalah taqdir-Nya. Akan tetapi jika kita sudah menolong seseorang yang berada dalam kesulitan maka kita sudah mendapatkan pahala dan kita tidak akan disalahkan oleh orang yang kita tolong, kita juga tidak disalahkan oleh Alloh SWT, bahkan kita akan mendapatkan pahala dari-Nya.

Nabi SAW bersabda: “Alloh akan selalu menolong hamba-Nya selama hamba itu suka menolong saudaranya.”

SURAT UNTUK BU DOKTER

Senin, 11 Agustus 08 – oleh : Teguh Wibowo SPdI/Abu Zahro

Istri saya memang sering sakit. Dia memang memiliki hipertensi dan beberapa keluhan penyakit lainnya. Karenanya istriku sering berobat yang secara otomastis sering berinteraksi dengan bidan ataupun dokter. Terkadang istriku berobat di rumah sakit, bahkan tak jarang ia dirawat inap. Terkadang berobat ke klinik 24 jam. Pun sering pula berobat ke puskesmas. Ya masalah berobat bukanlah hal yang aneh bagi keluargaku.

Dari sekian kali berobat dan sudah mengalami berobat di berbagai tempat, maka bermacam-macam pula pengalaman yang kami alami. Sikap bidan dan dokterpun bermacam-macam pula. Ada yang ramah, ada yang judes, ada lembut ada pula yang kasar. Suatu hari ketika istri saya berobat di puskesmas keliling (maklum kami memilih berobat di situ karena praktis, cepat dan biaya murah) maka giliran istri saya di panggil.

“Nomor 70 !” demikian seru si asisten bu dokter yang duduk di sampingnya. Segera istriku beranjak dari tempat duduk antrian dan menghadap bu bidan. Tiba-tiba bu dokter dengan wajah yang dingin dan tatapan mata yang tidak bersahabat berkata: “Ibu ini kerjanya sakit melulu…! Apa gak pengin sehat. Makanya apa yang dianjurkan dokter. Dari catatan di sini, ibu lagi-lagi darah tinggi. Apa anjuran dokter tidak dihiraukan…? Coba sini lengannya.”

Aku yang duduk di tempat antrian memperhatikan bu dokter dan istriku sambil berdo’a. “Ya Alloh, sembuhkanlah istriku, jadikanlah penyakit penyakit ini sebagai penebus dosa-dosa kami, berilah kami kesabaran. Berilah hidayah-Mu buat bo dokter itu, ya Alloh. Dan ampunilah dosa-dosanya.”

Kemudian dengan sedikit kasar lengan istri sayapun ditariknya tidak dengan lembut, dan diperiksalah tensinya. Seolah-olah sudah biasa, iapun berkata kembali dengan suara ditekan, “Tuh kan, mas tensinya 180/110. Ini bisa bahaya, bisa strooke. Ibu mau strooke…!?” Istri tidak menjawab, hanya menggelengkan kepala. Kulihat wajah istriku semacam kecewa.

Sejurus kemudian bu dokter itupun menuliskan resepnya. Setelah selesai kemudian menyerahkan kepada istriku “Nih ambil obatnya, minum yang teratur dan jauhi segala pantangan yang pernah saya kasih tahu sama ibu, kalau gak pengin sakit lagi…!!!”

Istriku pun ngeloyor menuju tempat pengambilan obat seraya menyerahkan uang recehan Rp. 2.000,- setelah itu kami pun pulang. Istriku dengan wajah yang kecewa sedikit menggerutu, “Mas bu dokter itu kok angkuh dan kasar sekali ya? Mungkin Mas baru tahu aku diperlakukan begini. Memang dokter yang jaga berganti-gantian Mas. Tapi setiap kali yang jaga bu dokter “itu” aku selalu tegang, karena sikapnya yang kasar. Tapi aku perhatikan bukan cuma aku, rupanya ibu-ibu yang lain juga mengeluh hal sama seperti aku.”

“Sudahlah, sabar saja. Mungkin ia tidak sadar. Mudah-mudahan dengan sabar dan penyakit yang kamu derita menjadi penyebab terhapusnya dosa-dosamu dan dosa-dosa kita. Sekarang kita do’akan saja, semoga bu dokter “itu” diampuni oleh Alloh dan diberi hidayah atau diberi pelajaran oleh Alloh yang sangat berharga bagi dia, agar dia tersadar dan segera mengakhiri sifat buruknya itu.” Sahutku sambil menyetir sepeda motor. “Aamiin…” Istriku meng-amin-kannya sambil membonceng di belakangku, ia menggendong anakku yang masih bayi. Kami melaju melalui lorong-lorong perkampungan di tengah kota Jakarta di tengah teriknya sinar mentari.

Dalam keheningan, sejurus kemudian istriku tiba-tiba berkata, “Tapi Mas, kalau bu dokter itu tidak ditegur dan diingatkan, maka ia mungkin akan tetap begitu terus. Kasihan kan ibu-ibu yang lain, bahkan juga kasihan juga bu dokter itu. Sudah capek-capek bekerja tapi gak dapat pahala.” Benar juga kata istriku, “Ya sudah, kamu berani gak menegurnya…?” Demikian pancingku.

Istriku terdiam. Kami terus melaju dengan sepeda motor kami pulang. Tiba-tiba kami sudah dekat dengan rumah kontrakan kami. Setelah duduk dan menyalakan kipas angin untuk mengeringkan keringat yang bercucuran, istriku angkat bicara, seolah-olah sifat bu dokter itu masih menyibukkan fikirannya. “Mas bagaimana kalau Mas menulis surat buat bu dokter itu, dengan niat karena Alloh ingin mengingatkan. Siapa tahu dengan surat Mas, bu dokter itu mendapat hidayah.”

“Aamiin. Boleh juga idemu. Baiklah insya Alloh segera aku tulis surat buat bu dokter itu. Nanti kalu kamu berobat lagi dan ketemu bu dokter itu serahkan ya ? Tapi waktu menyerahkannya senyum lho ! Jangan cemberut dan jangan dendam.” Begitu aku mengingatkan istriku. “Insya Alloh…” jawab istriku. Akupun mulai menulis surat yang diinginkan istriku.

Assalaamu ‘alaikum wa rohmatulloohi wa barokaatuh.

Bu dokter yang kami hormati. Kami para pasien yang sering berobat ke bu dokter sering merasa kecewa dan takut, karena sikap bu dokter yang kasar dan suka membentak-bentak. Kami sadar bahwa kami juga tidak ingin sakit. Sakit bukanlah hal yang kami inginkan. Kami pun sudah berusaha menjaga kesehatan. Tapi bukankah kita hanya bisa berusaha, tapi Alloh-lah yang menentukan. Bukankah sakit itu pemberian Alloh kepada hamba-Nya sebagai bukti Kasih Sayang-Nya. Karena Nabi SAW bersabda: “Siapa seorang hamba yang ditimpa penyakit kemudian ia bersabar dan berobat dengan cara yang benar, maka penyakitnya itu akan menjadi penebus dosa-dosanya yang telah lalu.”

Bu dokter yang kami hormati. Namun walaupun kami tidak ingin sakit, tetap saja penyakit itu datang lagi. Saya pikir ini adalah yang terbaik menurut Alloh untuk saya. Bahkan saya juga berfikir, bahwa ini juga yang terbaik untuk dokter. Coba bu dokter renungi, jika tidak ada orang sakit, lalu bu dokter mau kerja apa? Apakah tanpa ada pasien bu dokter bisa beker untuk memperoleh nafkah (gaji)? Tidak hanya itu, dengan mengobati pasien dengan baik, ramah dan ikhlas, maka bu dokter akan mendapatkan pahala yang besar di sisi Alloh. Ingat bu dokter, bahwa kerja bu dokter itu mengobati, bukan menyembuhkan. Dan untuk itu bu dokter digaji dan mendapatkan pahala jika kerja bu dokter baik menurut pandangan Alloh dan Rosul-Nya.

Apa bu dokter menginginkan semua manusia sembuh dan sehat tanpa penyakit? Apa bu dokter menginginkan para dokter, para bidan dan para perawat menjadi menganggur. Sudahlah bu, biarkan saja mereka sakit, asal jangan menyakiti orang. Dan kerjakanlah tugas dokter dengan sebaik-baiknya, tak perlu marah-marah dan kasar. Saya yakin jika bu dokter bekerja diawasi pimpinan bu dokter atau diawasi dari dinas kesehatan pemerintah atau menteri kesehatan, pasti bu dokter akan malu berkata kasar, dan bu dokter akan berusaha bersikap ramah dan santun.

Ingat bu dokter, walaupun tidak ada menteri kesehatan yang melihat kerja bu dokter, tapi Alloh yang jauh Lebih Besar dari Menteri Kesehatan, selalu Melihat dan Mengawasi bu dokter. Dan kelak semua catatan kerja bu dokter oleh Alloh akan diperlihatkan kepada ibu serta ibu akan dibalasi dengan seadil-adilnya.

Bu dokter yang terhormat, maafkan kami jika kami lancang mengingatkan dan menasehati bu dokter. Kami hanyalah orang awam yang bodoh. Tapi kami merasa berkewajiban mengingatkan bu dokter sebagai saudara sesama Muslim. Kami hanya ingat firman Alloh, “Demi masa, sesungguhnya manusia semuanya dalam keadaan merugi, kecuali mereka yang beriman dan beramal sholeh, dan saling berwasiat dengan kebenaran dan saling berwasiat dengan kesabaran.” QS. Al Ashr: 1-3.

Wassalaamu ‘alaikum wa rohmatulloohi wa barokaatuh
Dari pasien yang setia berobat ke dokter. Dan dari hamba Alloh yang faqir.

Demikian surat itu aku tulis, hanya berniat karena Alloh, demi mematuhi perintah-Nya, dengan harapan kami mendapatkan ridho dan pahala dari-Nya. Tidak lebih dari itu. Aamiin.

Selanjutnya surat itu aku lipat dengan rapih dn aku masukkan ke dalam amplop. Di sampul amplop itu aku tulis “Kepada bu dokter yang kami hormati” dan di pojok surat aku tulis, “Dari pasien setiamu.”

Beberapa kali istriku berobat dengan membawa surat itu, Tapi beberapa kali juga belum bertemu. Akhirnya waktu yang ditunggu-tunggu pun datang. Suatu hari istriku berobat, setelah nomor urutnya dipanggil, maka istriku segera menghampiri. “Ibu lagi ibu lagi…! Sakit apa lagi…?!” Bu dokter itu terus nyerocos sambil terus menggerutu, “Sakit kok gak ada bosan-bosannya.” Ia memasang wajah sinisnya kepada pasien sambil terus memeriksa istriku. Setelah selesai menyerahkan resepnya dan menyerahkan kepada istriku. Sejurus kemudian istriku mengambil amplop dari dalam tasnya. Kemudian menyerahkannya kepada bu dokter.

“Bu maaf ini amplop untuk bu dokter, semoga bermanfaat. Maaf ya bu jika kami selalu sakit. Dan terima kasih ya bu atas perawatan ibu selama ini kepada kami.” Istriku menyerahkan amplop itu sambil tersenyum. Tiba-tiba wajah bu dokter itupun berubah menjadi ramah, ia tersenyum pula sambil mengucapkan. “Apa ini? Oh ya, terima kasih ya…!?”

Setelah mengambil obat dan menyerahkan uang recehan Rp. 2.000,- kami pun ngeloyor pulang. Seraya hati kami berdo’a, “semoga bu dokter itu mendapat hidayah an ampunan Alloh. Dan kami mendapat pahala dan ridho-Nya, aamiin.

HIMBAUAN KEPADA PARA ARTIS

Senin, 11 Agustus 08 – oleh : Teguh Wibowo SPdI/Abu Zahro

Wahai saudaraku seiman, jika memang anda mengaku beragama Islam, maka patuhilah Alloh dan Rosul-Nya. Janganlah hanya karena demi memperoleh uang dan popularitas yang hanya akan anda nikmati sementara, namun pada anda akan menyesal untuk selamanya di akhirat kelak. Apakah anda akan hidup selamanya di dunia ini untuk menikmati hasil keringatmu, yaitu uang dan popularitas? Ingat, seberapapun uang yang anda dapatkan, tak akan pernah anda puas dan cukup! Ingatlah seberapapun populernya anda, kelak nama anda akan jatuh juga, semua ada masanya! Ingat seberapapun cantiknya wajah anda, seberapapun mulusnya tubuh anda, maka kelak anda akan tua dan keriput, kemudian orang-orang yang dahulu memuja-muja anda satu demi satu akan meninggalkan anda.

Jika anda mau, mengapa anda tidak mau menempuh berbisnis dengan jalan yang halal, atau menyanyi dengan lagu-lagu yang mengingatkan manusia kepada Alloh, atau membuat film-film yang mendidik, dan berpakaianlah dengan pakaian yang sopan. Apa anda mengira Alloh tidak aka memberi rizqi bagi mereka yang menutup auratnya? Ataukah anda pikir bahwa rizqi itu adalah buatan anda, keringat anda, bukan pemberian Alloh? Apa anda tidak membaca bagaimana nasib orang-orang yang dahulu jauh lebih besar dan lebih sukses dari anda, tapi akibat menentang Alloh pada akhirnya mereka dibinasakan Alloh dengan adzab yang pedih? Tidakkah anda membaca kisah Fir’aun, kisah Qorun, kisah Namrudz, kisah Abrahah, dan lain-lain?

Mengapa ketika anda dicekal oleh pejabat negara atau penyanyi senior yang paham agama atau dinasehati ‘ulama yang sholeh kok anda justru mengganggap mereka orang yang usil, iri, menghalangi kreativitas, menghalangi hak asasi manusia, membatasi keindahan seni dan menghalangi mata pencaharian? Bahkan anda justru menuntut keadilan para penguasa? Anda tidak bersyukur dan segera sadar, bertobat dan menyesali atas keburukan perilaku anda, tapi anda justru menyalahkan orang-orang yang hakikinya sayang kepada anda demi menyelamatkan anda dari adzab Alloh.

Tidak takutkah anda dengan adzab Alloh yang begitu pedih? Bacalah keterangan-keterangan di bawah ini yang pernah disampaikan Rosul-Nya SAW, ambillah pelajaran darinya, segeralah bertobat kepada-Nya. Sesungguhnya Alloh Maha Pengampun lagi Maha Penyayang jika anda benar-benar mau bertobat. Kemudian DIA akan memberikan anda jalan keluar yang lebih baik. Kembalilah ke jalan-Nya yang lurus. Sesungguhnya jalan untuk memperoleh rizqi yang halal itu masih luas, mengapa anda menempuh jalan yang diharamkan Alloh?

Inilah keterangan-keterangan dari Alloh dan Rosul-Nya, jika anda mengaku beriman kepada Alloh dan Rosul-Nya maka perhatikanlah firman Alloh dan sabda Rosul-Nya kemudian laksanakanlah dengan penuh ketaatan dan keikhlasan.

Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk (isi neraka Jahannam) kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Alloh) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Alloh), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Alloh). Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai. QS. 7:179.

Terangkanlah kepadaku tentang orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai Tuhannya (yaitu berbuat bukan mentaati perintah Alloh, melainkan menuruti kehendak nafsu dirinya). Maka apakah kamu dapat menjadi pemelihara (penolong) atasnya? Atau apakah kamu mengira bahwa kebanyakan mereka itu mendengar atau memahami. Mereka itu tidak lain, hanyalah seperti binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat jalannya (dari binatang ternak itu). QS. 25: 43-44.

Hai manusia, bertakwalah kepada Tuhanmu; sesungguhnya kegoncangan hari Qiamat itu adalah suatu kejadian yang sangat besar (dahsyat). (Ingatlah) pada hari (ketika) kamu melihat kegoncangan itu, lalailah semua wanita yang menyusui anaknya dari anak yang disusuinya dan gugurlah kandungan segala wanita yang hamil, dan kamu lihat manusia dalam keadaan mabuk, padahal sebenarnya mereka tidak mabuk, akan tetapi azab Alloh itu sangat kerasnya. QS. 22: 1-2.

Bermegah-megahan (bangga dengan dunia, harta, tahta, wanita, kecantikan, anak-anak, popularitas) telah melalaikan kamu (dari ketaatan kepada Alloh), sampai kamu masuk ke dalam kubur (barulah kamu menyesal). Janganlah begitu, kelak kamu akan mengetahui (akibat perbuatanmu itu), dan janganlah begitu, kelak kamu akan mengetahui. Janganlah begitu, jika kamu mengetahui dengan pengetahuan yang yakin (melihat sendiri dengan matamu), niscaya kamu benar-benar akan melihat neraka Jahiim, dan sesungguhnya kamu benar-benar akan melihatnya dengan ‘ainul yaqin (melihat dengan matamu sendiri). Kemudian kamu pasti akan ditanyai pada hari itu tentang kenikmatan (yang kamu megah-megahkan di dunia itu). QS. 102: 1-8

Kecelakaanlah bagi setiap pengumpat lagi pencela, yang mengumpulkan harta dan menghitung-hitung (pelit karena takut miskin), dia mengira bahwa hartanya itu dapat mengkekalkannya (hidup didunia), sekali-kali tidak! Sesungguhnya Dia benar-benar akan dilemparkan ke dalam neraka Huthomah. Dan tahukah kamu apa Huthomah itu? (yaitu) api (yang disediakan) Alloh yang dinyalakan, yang (membakar) sampai ke hati. Sesungguhnya api itu ditutup rapat atas mereka, (sedang mereka itu) diikat pada tiang-tiang yang panjang. QS. 104: 1-9.

Kehidupan dunia dijadikan indah dalam pandangan orang-orang kafir, dan mereka memandang hina orang-orang yang beriman. Padahal orang-orang yang bertaqwa itu lebih mulia daripada mereka di hari qiamat (karena amal saleh dan ketaatan mereka kepada Alloh). Dan Alloh memberi rezki kepada orang-orang yang dikehendaki-Nya tanpa batas. QS. 2:212

Satu riwayat menyebutkan bahwa siksaan yang paling ringan di neraka itu seseorang memakai sendal jepit dari api neraka kemudian seluruh tubuhnya bahkan otaknya mendidih hingga 40.000 tahun.

… wanita yang berpakaian tetapi telanjang (karena masih menampakkan auratnya juga ketat hingga memperlihatkan lekuk-lekuk tubuhnya, memamerkan buah dadanya, kemulusan pahanya, dll), lenggang-lenggok waktu berjalan mengayun-ayunkan bahu (seperti model di cutwalk dan para penari dan penyanyi), kepala mereka bagaikan bonggol yang miring (model rambutnya seperti punuk onta). Wanita semacam ini tidak akan masuk surga, bahkan tidak akan dapat mencium bau harumnya. Sungguh bau harum surga itu sudah tercium dari jarak perjalanan yang sangat jauh (dalam satu riwayat harumnya surga itu dapat tercium dari jarak 500 tahun perjalanan). HR. Muslim.

Kecuali orang-orang yang taubat dan mengadakan perbaikan dan berpegang teguh pada (agama) Alloh dan tulus ikhlas (mengerjakan) agama mereka karena Alloh. Maka mereka itu adalah bersama-sama orang yang beriman dan kelak Alloh akan memberikan kepada orang-orang yang beriman pahala yang besar. QS. 4:146.

Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Alloh, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Alloh? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui. Mereka itu balasannya ialah ampunan dari Tuhan mereka dan surga yang di dalamnya mengalir sungai-sungai (yang jernih dan berair susu dan madu), sedang mereka kekal di dalamnya; itulah sebaik-baik pahala orang-orang yang beramal. QS. 3:135-136.

Hikmah Peristiwa Isro Mi’roj

Selasa, 29 Juli 08 – oleh : Abu Zahro

Maha suci Alloh, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Masjidil Harom ke Masjidil Aqsho yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. QS. 17:1

Kita sama-sama tahu bahwa dalam peristiwa Isro Mi’roj ini Nabi Muhammad SAW diperjalankan oleh Alloh dari Masjidil Harom ke Masjidil Aqsho kemudian naik ke Sidrotul Muntaha (di atas langit ke tujuh) dan bertemu dengan Alloh untuk mendapatkan perintah sholat lima waktu. Dalam perjalanan ini juga Nabi Muhammad SAW diperlihatkan oleh Alloh berbagai tanda-tanda Kebesaran-Nya serta diperlihatkan Surga dan Neraka serta berbagai peristiwa di dalamnya.

Saya di sini tidak akan menceritakan berbagai kejadian dalam peristiwa Isro Mi’roj secara detail. Akan tetapi saya ingin menceritakan hikmah dari ayat di atas serta hikmah dari peristiwa Isro Mi’roj ini, dengan harapan bisa bermanfaat serta diambil hikmahnya oleh para pembaca yang budiman, agar dapat menambah keimanan dan dan meningkatkan amal sholeh.

Dalam ayat yang menceritakan peristiwa Isro Mi’roj ini Alloh memulainya dengan kalimat “Subhaana” atau “Subhaanallooh.” Dalam ajaran Islam kalimat ini digunakan (diucapkan) apabila kita melihat atau mendengar suatu kejadian yang tidak masuk akal (aneh) tetapi hal itu terjadi. Artinya perbuatan itu tidak mungkin dilakukan oleh manusia dan hanya bisa dilakukan oleh Alloh SWT. Hali ini menunjukkan bahwa peristiwa Isro Mi’roj ini bukanlah perbuatan Nabi Muhammad SAW akan tetapi “Perbuatan Alloh SWT.”

Selanjutnya dalam ayat di atas Alloh menggunakan kalimat “asro” artinya “menjalankan / memperjalankan” bukan dengan kalimat “saro” yang artinya “berjalan.” Ini sebagai bukti kedua bahwa Alloh-lah yang berbuat (yang punya kemauan) bukan Nabi Muhammad SAW yang berbuat. Hal ini dapat dijadikan sebagai hujjah untuk membantah mereka yang mengingkari peristiwa Isro Mi’roj sebagai peristiwa yang tak masuk akal dan tidak mungkin terjadi. Mereka menganggap bahwa perjalanan Isro Miroj itu dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW atas kemauan sendiri.

Mengapa mereka mau berfikir, mengapa mereka tidak memprotes dan menolak peristiwa Nabi Musa AS yang membelah lautan dengan tongkatnya, tidak memprotes peristiwa Nabi Ibrohim AS yang tidak terbakar oleh api, tidak memprotes Nabi Sholeh AS yang mengeluarkan onta dari dalam batu besar dan peristiwa-peristiwa lain yang dilakukan para Nabi. Karena jika mereka mau jujur, mereka ingin berkata bahwa ini adalah perbuatan Alloh yang dianugerahkan kepada nabi-Nya sebagai Mu’jizat untuk membuktikan bahwa mereka adalah Nabi dan Rosul Alloh sekaligus untuk mengalahkan para musuh-musuhnya.

Begitulah dengan peristiwa Isro Mi’roj, ini juga perbuatan Alloh yang dianugerahkan kepada Nabi Muhammad SAW sebagai Mu’jizat.

Selanjutnya dalam ayat di atas Alloh menggunakan “maf’ul bih-nya” (obyek penderitanya) bukan Muhammad tetapi “bi’abdihi” (hamba-Nya). Mengapa demikian? Kalimat “abdun” (hamba = orang yang mengabdi) biasa digunakan sebagai kalimat yang artinya “satu kesatuan jasad dan ruh” hal ini menunjukkan bahwa Nabi Muhammad SAW diperjalankan oleh Alloh (Isro Mi’roj) itu dengan jasad dan ruhnya, bukan ruhnya saja atau bukan mimpi.

Selanjutnya kalimat “bi’abdihi” (hamba-Nya) menunjukkan suatu derajat tertinggi, karena selama ini memang Nabi Muhammad SAW menjadikan dirinya sebagai hamba Alloh bukan hamba dunia, hamba perut, hamba jabatan, hamba popularitas ataupun hamba wanita. Bukankah Nabi Muhammad SAW pernah dibujuk oleh kaum kafir Quroisy dengan harta, tahta dan wanita kemudian ditolak oleh Nabi? Nabi menjalankan risalah da’wah Islamiyah-nya semata-mata hanya untuk menunaikan perintah Alloh demi memperoleh ridho-Nya. Inilah sebagai bukti bahwa beliau SAW adalah hamba Alloh, bukan hamba yang lain. Wajar saja kemudian beliau SAW memperoleh kedudukan tertinggi di sisi Alloh dan kemudian dimuliakan dengan menempuh perjalanan Isro Mi’roj ini.

Selanjutnya kalimat “lailan” atinya satu malam, hal ini menunjukkan bahwa betapa Alloh Maha Kuasa karena mampu memperjalankan hamba-Nya dari Masjidil Harom ke Masjidil Aqsho serta naik ke langit ke tujuh bahkan di atasnya lagi serta kembali lagi ke bumi hanya dalam waktu satu malam saja. Malam berarti juga gelap gulita tanpa cahaya. Dengan kegelapan maka kita tidak melihat apapun, karena kita bisa melihat hanya dengan cahaya. Maka yang ada seolah menjadi tiada. Maka dalam menempuh perjalanan hidup ini hendaknya kita tidak tertipu oleh gemerlapnya dunia (harta). Dia indah karena ada cahaya, jika tidak ada cahaya maka tidak ada keindahan.

Hendaknya dalam hidup, hati ini gelap terhadap indahnya dunia tetapi lihatnya cahaya (Nur) Alloh. Kagumilah Alloh dan janganlah kagumi harta benda serta dunia. Karena sesungguhnya dunia dan segala isinya itu adalah tiada. Dia menjadi ada karena diadakan oleh Dzat Yang Maha Ada, dan kelak dunia ini ditiadakan kembali. Lalu mengapa kita terpesona dengan sesuatu yang hakikinya tidak ada dan kelak pun ditiadakan kembali? Mengapa kita tidak terpesona dengan Dzat Yang Maha Ada dan akan Tetap Ada untuk selama-lamanya.

Dalam Al Qur’an Alloh juga banyak menyebutkan kata “malam” lebih dahulu dari kata “siang.” Bukankah sebelum Alloh menciptakan matahari itu artinya kegelapan (malam) baru kemudian setelah Alloh menciptakan matahari ada cahaya (siang)? Dan kelak mataharipun akan dipadamkan kembali, maka semesta akan kembali gelap (malam). Artinya dari ketiadaan dicipta menjadi ada kemudian ditiadakan kembali. Maka dalam kehidupan ini janganlah kita terpesona (tergila-gila) dengan sesuatu yang sebenarnya tiada, ada hanya untuk sementara, kemudian ditiadakan kembali. Janganlah kita menghamba (menjadi budak) kepada harta (dunia) yang tiada, tapi selama perjalanan hidup ini jadilah kita hamba Dzat Yang Maha Ada dan Tetap Ada.

Janganlah kita melihat indahnya dunia, tapi lihatlah bahwa itu semua adalah wujud kekuasaan Alloh, oleh karena itu janganlah mengagumi dunia, tapi kagumilah Alloh. Jika melihat keajaiban, keanehan dan keindahan ucapkanlah “Subhaanallooh” atau “Alhamdulillaah.” Alloh yang kita puji, bukan kekayaan, bukan jabatan, bukan kepandaian, bukan pula kecantikan. Niscaya kita akan selamat dalam menempuh perjalanan hidup ini. Tidak akan tergelincir oleh perbuatan ma’siyat yang terjadi karena terpesona dengan keindahan harta, tahta dan wanita dan semua keindahan itu karena cahaya. Andai tidak ada cahaya, maka tidak akan ada keindahan, dan hati ini tidak akan terpesona oleh dunia dan kita berharap kepada Dzat Yang Menciptakan Cahaya. Maka hakikinya kita berharap kepada Alloh dan ridho-Nya. “Alloohumma anta maqshuudii, wa ridhooka mathluubii.”

Selanjutnya kalimat “Minal Masjidil Haroomi ilal Masjidil Aqsho” (dari Masjidil Harom ke Masjidil Aqsho). Kita tahu bahwa Masjidil Harom terletak di Mekkah dan Masjidil Aqsho terletak di Palestina. Mengapa Alloh tidak menyebutkan dari Mekkah ke Palestina? Mengapa Alloh lebih suka menyebutkan dari Masjid ke Masjid? Bahwa perjalanan hidup manusia hendaknya bukan sekedar dari satu tempat ke tempat lainnya, melainkan hendaknya dalam setiap perjalanannya dimulai dari masjid dan diakhiri ke masjid pula.

Ingat kata “masjid” dalam bahasa Arab dalah “isim makan” artinya kata benda yang menunjukkan tempat. “Masjid” artinya “tempat sujud.” Jika kita menjadikan rumah sebagai tempat sujud (sholat) dan kantor juga sebagai tempat sujud, maka jika kita berangkat ke kantor, berarti kita telah menempuh perjalanan dari masjid ke masjid. Begitupun dengan pasar, jika di pasar kita juga bersujud kepada Alloh, maka jika kita pergi ke pasar berarti kita menempuh perjalanan dari masjid ke masjid. Begitulah, dari manapun kita berangkat dan kemanapun kita pergi selama ditempat itu kita mendirikan sholat maka hakikatnya kita menempuh perjalanan dari masjid ke masjid.

Tidak hanya itu, makna masjid (tempat sujud) artinya adalah di tempat itu kita sujud dalam arti tunduk patuh kepada syari’at (aturan) Alloh. Jadi dimanapun kita berada, maka disitu kita menjadi hamba yang mematuhi segala perintah Alloh, baik di rumah, di pasar, di kantor atau di mana saja. Baik dalam berbisnis, dalam bekerja sampai dalam berumah tangga maka hendaknya kita menggunakan aturan yang digariskan oleh Alloh SWT. Maka dalam keadaan itu berarti kita bersujud alias tunduk mematuhi perintah Alloh. Itulah sebabnya Nabi Muhammad SAW bersabda: “Al ardhu kulluhaa masjidun” (seluruh permukaan bumi ini adalah masjid). Dengan demikian jika selama menempuh perjalanan hidup ini kita tunduk pada aturan Alloh SWT, maka selama itu pula kita telah menempuh perjalanan hidup dari masjid ke masjid.

Selanjutnya Alloh berfirman “Alladzii baaroknaa haulahuu” (yang kami berkahi di sekelilingnya). Secara lughowi Alloh telah memberkahi masjidil Aqsho dan negeri sekitarnya, demikian pula dengan masjidil Harom dan sekitarnya. Apabila hidup kita selalu sujud tunduk patuh kepada Alloh SWT, artinya kita telah menjadikan seluruh permukaan bumi ini sebagai masjid maka hidup kita pun diberkahi Alloh SWT. Segala umur kita, barang milik kita sampai kejadian di sekitar kita, selalu kita gunakan sebagai alat untuk beribadah (tunduk mematuhi) aturan Alloh, maka itu disebut dengan berkah, sebaliknya jika umur ini kita gunakan untuk ma’siyat, maka umur ini tidak berkah. Jika harta yang kita miliki tidak kita gunakan untuk beribadah kepada Alloh SWT, maka harta itu tidak berkah. Begitupun jika peristiwa di sekitar tidak kita sikapi dengan sikap yang baik dan benar menurut aturan Alloh, maka sikap (fikiran dan hati) kita itu jauh dari keberkahan Alloh SWT.

Selanjutnya Alloh berfirman “Linuriyahuu min aayaatinaa” (untuk Kami tunjukkan tanda-tanda kebesaran Kami. Jelas bahwa dalam perjalanan Isro Mi’roj, Nabi Muhammad SAW telah ditunjukkan berbagai tanda-tanda kebesaran (kekuasaan) Alloh SWT. Di sini tidak kami ceritakan apa saja tanda-tanda kebesaran Alloh yang telah ditunjukkan kepada beliau SAW tersebut. Kami hanya ingin mengambil hikmah dari peristiwa tersebut.

Seseorang yang telah mengabdikan seluruh hidupnya tunduk patuh kepada Aloh SWT, maka dia telah menjadikan dirinya sebagai hamba Alloh, selanjutnya dia telah menjadikan dunia ini sebagai malam yang gelap gulita, dimana dia tidak silau melihat keindahan dunia yang membuatnya lalai kepada aturan Alloh SWT, kemudian dia telah mengadakan perjalan hidup dari masjid ke masjid karena dimanapun dia berada selalu tunduk patuh kepada Alloh SWT sehingga hidupnya diberkahi oleh-Nya. Jika seseorang hidupnya telah diberkahi Alloh alias diridhoi-Nya, maka DIA akan menunjukkan tanda-tanda kebesaran-Nya kepada hamba tersebut. Dia akan melihat kebesaran Alloh dimana orang lain tak melihatnya (tidak mengerti). Semua yang dilihatnya hanyalah wujud atau bukti tanda kebesaran Alloh SWT semata. Sementara orang lain melihatnya hanya sebagai peristiwa biasa bahkan mungkin hanya sebagai masalah dan problem belaka yang memusingkan otak dan menyesakkan dada.

Orang yang hidupnya telah diberkahi Alloh SWT, melihat adanya kejahatan adalah sebagai bukti kebesaran Alloh SWT. Betapa tidak, jika tidak ada ada kejahatan (kesalahan) lalu apa tgas polisi, apa tugas para da’i, dsb. Dengan adanya kesalahan (kejahatan) itu maka polisi, da’i, guru, orang tua, para mujahid, dll, mereka bisa bekerja, beribadah dan berjihad. Bayangkan jika di dunia ini tidak ada kesalahan dan kejahatan, lalu apa yang bisa diperbuat oleh polisi, guru, da’i, orang tua dan para mujahid? Bukankah ini bukti kebesaran Alloh? Maka orang yang hidupnya diberkahi Alloh dia akan bertanya, “apa yang diperintahkan Alloh kepadaku dalam menghadapi kejahatan ini?” Kemudian dia akan segera berbuat sesuai dengan perintah Alloh tersebut demi menunaikan perintah-Nya dengan penuh ketundukan dan kepatuhan serta keikhlasan. Berbeda dengan dengan mereka yang hidupnya tidak diberkahi Alloh SWT, mereka hanya bisa melihat kesalahan, kebodohan dan kejahatan itu sebagai masalah dan problem yang memusingkan, kemudian dia menyikapinya dengan sikap negatif thingking, buruk sangka, emosi dan akhirnya membuahkan sikap buruk, arogan, otoriter, egois, anarkis dan berbagai sikap buruk lainnya yang tak terkendali.

Lain halnya bagi mereka yang hidupnya diberkahi Alloh SWT, apabila melihat kebodohan, maka ia akan mengajarkan ilmunya serta membimbing dengan penuh kasih sayang, kelembutan, santun, bijaksana, tawadhdhu dan diberikan contoh tauladan yang baik serta mendo’akan mereka yang bodoh agar diberikan ilmu yang manfaat, diberikan hidayah, ampunan serta kesabaran. Sementara dia sendiri berdo’a untuk dirinya agar dijauhkan dari sifat sombong, takabbur, riya, sum’ah, pemarah dan berbagai sifat buruk lainnya sebaliknya juga berdo’a agar diberikan hati yang ikhlas, sabar, tawadhdhu, pemaaf dan berbagai sifat mulia lainnya.

Seorang yang hidupnya diberkahi Alloh SWT, jika melihat wanita cantik, maka ia melihatnya bahwa itu adalah tanda kebesaran Alloh, ia tidak terkagum-kagum dengan kecantikan wanita tersebut, tetapi ia kagum kepada Alloh yang menciptakan wanita cantik itu sehingga dari bibirnya akan meluncur kalimat “Subhaanallooh” ia begitu kagum kepada Alloh yang telah menciptakan keindahan, kemudian ia memuji Alloh bukan memuji wanita itu. Selanjutnya ia berdo’a “ya Alloh, Maha Suci Engkau yang telah menciptakan makhluk begitu indah, maka bagaimana dengan Engkau, pasti jauh lebih cantik dan lebih indak dari ciptaan-Mu ini. Ya Alloh lindungilah hati ini dari ketertarikan dan keterpesonaan terhadap kecantikan wanita itu, tapi jadikanlah hati ini tertarik dan terpesona dengan kecantikan dan keindahan-Mu. Ya Alloh janganlah Engkau jadikan hati ini terlena oleh kecantikan wanita itu, tapi jadikanlah hati ini selalu enang memuji dan mencintai-Mu.”

Begitulah orang yang hidupnya diberkahi Alloh, melihat apapun yang ada di matanya, di fikirannya dan di hatinya, hanyalah melihat kebesaran Alloh. Ia tidak silau dan terpesona dengan yang dilihatnya, akan tetapi terpesona dengan Yang Menciptakannya, sehingga imannya selalu bertambah, ketaatannya selalu bertambah, dan ketaqwaannya selalu meningkat.

Selanjutnya Alloh berfirman “innahuu huwas samii’ul bashiir” (sesungguhnya DIA Maha Mendengar lagi Maha Melihat).

Agar seseorang dapat menjadi hamba Alloh, dapat menjadikan dunia ini malam (gelap) yaitu tidak terpesona dengan dunia, hanya terpesona dengan Alloh, kemudian dapat menjadikan seluruh permukaan bumi ini sebagai masjid alias menempuh perjalanan hidup ini selalu dalam keadaan sujud tunduk patuh kepada aturan Alloh, kemudian hidupnya diberkahi dan dapat melihat tanda-tanda kebesaran Alloh SWT, maka syaratnya dia harus selalu merasakan “Pengawasan” Alloh SWT, karena Dia Maha Mendengar lagi Maha Melihat.

Bukankah kita akan menjadi bersemangat berbuat baik jika dilihat oleh pimpinan kita? Dan bukankah kita akan urung berbuat jahat jika diawasi oleh pimpinan kita? Kita berharap akan mendapat penghargaan dari pimpinan kita jika berbuat baik, itulah sebabnya kita bersemangat jika berbuat baik dilihat oleh pimpinan kita. Demikian pula kita takut akan memperoleh sangsi jika berbuat buruk. Itulah sebabnya kita urung berbuat buruk jika dilihat (diawasi) oleh pimpinan kita, karena malu dan takut.

Pertanyaannya sudahkah kita merasa semangat berbuat amal sholeh, karena Alloh selalu mengawasi kita? Dan sudahkah kita malu berbuat buruk sehingga urung berbuat karena Alloh selalu mengawasi kita? Apabila hal itu sudah bisa kita rasakan dan kita lakukan, maka insya Alloh kita akan dapat merasakan apa yang telah saya jelaskan seperti di atas. Itulah sebabnya Nabi Muhammad SAW bersabda “afdholul iimaani an ta’lama annallooha ma’aka haitsu maa kunta” (seutama-utama iman adalah bahwa engkau selalu merasakan bahwa Alloh selalu bersamamu di manapun engkau berada).

Iman yang paling utama alias taqwa adalah jika kita selalu merasakan pengawasan Alloh dimanapun kita berada, sehingga kita akan selalu bersemangat dalam berbuat baik (amal sholeh) dan selalu merasa malu untuk berbuat jahat dan ma’siyat. Maka jadilah kita orang yang baik, sholeh, mu’min dan muttaqi. Orang seperti inilah yang hidupnya selalu diberkahi Alloh dan dapat melihat tanda-tanda kebesaran Alloh.

Alloh SWT berfirman “barangsiapa bertaqwa kepada Alloh, maka Alloh akan memberikan jalan keluar (dari setiap permasalahannya), dan Alloh akan memberikan rizqi dari arah yang tidak disangka-sangka. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Alloh, maka Alloh akan mencukupi sebala kebutuhannya. Sesungguhnya Alloh menjadikan segala sesuatu itu kadarnya masing-masing. Dan barangsiapa bertaqwa kepada Alloh, maka menjadikan kemudahan dalam segala urusannya.” QS. 65: 2 – 4.