Tinjau Kembali Jabatan Kasi P2B Kalideres

Selasa, 01 Juli 08 - oleh : Sunarya

Berbagai pelanggaran dalam pembangunan dan tata ruang di wilayah Kalideres, Jakarta Barat, masih terus berlangsung tanpa sanksi tegas dari instansi terkait. Jabatan Kepala Seksi P2B Kalideres kinerjanya pun dipertanyakan.

Hingga kini pelanggaran demi pelanggaran dalam pembangunan dan tata ruang berjalan mulus tanpa diberikan tindakan. Adakah oknum pejabat yang bermain yang membuat wilayah Kalideres, semakin semrawut akibat pembangunan yang menyalahi Perda? Bukan tidak mungkin hal tersebut dapat terjadi, dan ada indikasi bahwa Kepala Dinas P2B DKI Jakarta Ir Hari Sasongko menerima upeti dari setiap permasalahan yang ada.

Ketua Non Goverment Organization (NGO) Aspetes Pelindo Ahmudin yang juga menjabat sebagai Sekretaris Majelis Pakar Partai Bintang Reformasi Jakbar merasa sangat prihatin terhadap banyaknya pelanggaran pembangunan dan tata ruang di wilayah Kalideres. “Gubernur DKI harus menindak tegas kepada pejabat yang kinerjanya tidak baik agar tidak menjadi pertanyaan di masyarakat,” ujar Ahmudin yang kebetulan saat ini bertempat tinggal di Kalideres kepada imediacyber.com.

Apakah para pemimpin tertinggi instansi P2B di wilayah DKI Jakarta sungkan dan takut terhadap Kepala Seksi P2B Kalideres? Jika tidak, mengapa hingga saat ini tidak ada sanksi tegas yang diberikan terhadap bangunan yang melanggar di wilayah kerja Sarmula? Karena saat ini disinyalir Kepala Seksi P2B Kalideres membekingi salah satu bangunan dua unit gudang yang menyalahi peruntukan di Jalan Tangjungpura Raya No.189.


*Gambar dua unit gudang diduga tanpa IMB di Jalan Tanjungpura Raya No.189

Bangunan dua unit gudang berkonstruksi baja berwarna kuning tersebut hingga kini pun belum diberikan sanksi tegas. Kuat dugaan Kepala Seksi Penataan dan Pengawasan (P2B) Kec. Kalideres Sarmula Silalahi turut berperan. Sehingga, kineja Kasi P2B Kalideres agaknya harus ditinjau kembali agar tidak mencemari nama baik instansi P2B.

Dan Kepala Dinas DKI Jakarta Ir Hari Sasongko harus memberikan sanksi tegas terhadap bangunan-bangunan yang melanggar di wilayah kerja Sarmula Silalahi guna membuktikan tidak menerima upeti dari bawahannya.

Berikut ini sebagian kecil daftar bangunan yang diduga melanggar di wilayah Kalideres, Jakbar:

1. Dua unit gudang di Jalan Tanjungpura Raya No.189 Kel. Pegadungan.
2. Renovasi/penyatuan dua kavling di Komplek Perum Daan Mogot Baru Jalan Gilimanuk No.16.
3. Bangunan dengan izin rumah tinggal di Komplek Perum Puri Gardena Blok C1 No.3 Kel. Pegadungan. Nomor PIMB: 1569/PIMB/07 tanggal 2-7-2007.
4. Bangunan dengan izin rumah tinggal di Komplek Perum Puri Gardena Blok C1 No.1 Kel. Pegadungan. Nomor PIMB: 739/PIMB/07 tanggal 29-3-2007, nomor IMB: 3066/IMB/07 tanggal 17-4-2007.
5. Bangunan dengan izin rukan di Jalan Tampak Siring Blok KJB No.1-11. nomor IP: 386/KM/B/03 tanggal 24-12-2003.
6. Bangunan dengan izin rumah tinggal setinggi tiga lantai di Komplek Perum Citra 2 Blok C4 No.1 Kel. Pegadungan. Nomor PIMB: 169/PIMB/08 tanggal 23-1-2008.

Kasus Parkir Liar Didepan PT UCC. Sayogo: Kalau Menurut Saya Ini Ada Kongkalingkong.

Jumat, 27 Juni 08 - oleh : Sunarya

Sejak berita mengenai parkir liar di badan jalan sepanjang Jalan Raya Daan Mogot KM.17,5 (17/05), hingga kini permasalahan tersebut belum ada tindakan tegas dari instansi terkait. Ada dugaan instansi terkait yang berwenang tutup mata. Anggota DPRD DKI Ketua Komisi D Sayogo Hendrosubroto pun angkat bicara.

Rasa kesal dan jengkel mungkin mendera para pemilik kendaraan yang memarkir kendaraannya secara sembarangan di pinggir jalan di wilayah DKI Jakarta. Tidak tanggung-tanggung, kendaraan mobil yang parkir sembarangan dikenakan sanksi gembok pada rodanya oleh Dinas Perhubungan (Dishub). Sedangkan motor diberikan sanksi berupa dikempiskan bannya. Itulah aturan yang berlaku sesuai Peraturan Daerah DKI Jakarta No.12 tahun 2003.

Namun, perasaan kesal dan jengkel para pemilik kendaraan yang pernah merasakan sanksi tegas dari diberlakukannya Perda DKI Jakarta No.12 tahun 2003 tersebut oleh Dishub akan bertambah jika mengetahui puluhan truk kontainer dapat parkir sembarangan di badan jalan tanpa diberikan sanksi tegas. Timbul pertanyaan, apakah memang sulit ditertibkan atau dibiarkan karena menguntungkan?

Jika memang sulit ditertibkan dan merasa tidak mampu, sudah sepantasnya Dishub meminta bantuan pihak kepolisian untuk mengatasi permasalahan ini. Karena puluhan truk yang parkir secara liar di badan jalan tersebut mengakibatkan kemacetan dan rawan kecelakaan.

Pada akhirnya, Anggota DPRD DKI Jakarta Ketua Komisi D Sayogo Hendrosubroto memberikan komentar mengenai permasalahan parkir liar ini. Berikut wawancara redaksi imediacyber.com dengan Sayogo.

Bagaimana menurut pendapat Pak Sayogo mengenai parkir liar puluhan truk di badan jalan sepanjang Jalan Raya Daan Mogot KM.17,5?
Parkir liar itu tidak boleh apalagi di badan jalan mengganggu ketertiban lalu lintas.

Siapa yang bertanggung jawab mengatasi masalah ini?
Itu sudah menjadi tanggung jawab mereka (dishub).

Tapi sejak berita kami publikasikan mengenai parkir liar tersebut kepada Dishub (17/05) hingga kini belum terlihat realisasinya karena puluhan truk kontainer tersebut masih parkir liar?
Kalau menurut saya ini ada kongkalingkong. Kalau masalah ini tidak bisa diberesin, ga bener. Dishub harus menertibkan, kalau tidak bisa polisi saja yang suruh menertibkan. Kalau dishub tidak sanggup, kepolisian saja.

Jadi, apa harapan Pak Sayogo selaku anggota DPRD DKI Jakarta?
Jadi saya minta tolong segera ditertibkan.

Tindakan Akal-akalan Rumah Raksasa

Minggu, 22 Juni 08 - oleh : admin

Aparat Sudin P2B Jakarta Barat mulai hirau dengan pelanggaran peruntukan lahan dan IMB dua unit gudang dengan izin rumah tinggal di Jalan Raya Srengseng No.53 RT 01/02 Kec. Kembangan, Jakarta Barat. Mereka memang menangani pelanggaran tersebut. Namun, penanganannya menimbulkan tanda tanya baru.

Pasalnya, aparat beberapa waktu lalu telah memberikan sanksi tegas upaya paksa bongkar. Tetapi bangunan itu kini dibangun kembali dan tetap saja dengan izin yang terpampang di plang kuningnya yaitu rumah tinggal dengan nomor IP: 138-PIMB-08 tanggal 21-01-2008. Tentu saja hal ini belum sesuai dengan Perda DKI No.7 tahun 1991 yang mengatur prosedur pendirian bangunan. Dari sisi peruntukan lahan, lokasi itu seharusnya hanya untuk rumah tinggal.

*Gambar bangunan dengan fisik gudang dua unit yang pernah diberikan tindakan upaya paksa bongkar di Jalan Raya Srengseng No.53 RT 01/02 Srengseng, Kembangan, Jakarta Barat.

Jadi, muncul kesan, pembongkaran beberapa waktu lalu itu tak lain sekadar akal-akalan pemilik bangunan yang diduga merupakan kompromi dengan aparat terkait. Kelak akan diketahui apakah bangunan dengan fisik dua unit gudang itu merupakan rumah tinggal atau properti bisnis. Jadi masalah memang belum selesai.

Masih di Kec. Kembangan, Jakarta Barat, bangunan berkontruksi baja yang lebih mirip gudang berdiri di tengah pemukiman warga. Diduga pembangunannya tanpa memiliki izin mendirikan bangunan (IMB). Dan kini bangunan tersebut sudah mencapai 50 persen pengerjaannya.

Rasanya bangunan yang mencolok mata tersebut yang berdiri di tengah pemukiman warga bukan tanpa sebab dapat terus berjalan pembangunannya. Naga-naganya instansi terkait dalam hal ini Seksi Penataan dan Pengawasan Bangunan (P2B) Kembangan terkesan tutup mata. Dan dari penelusuran yang dilakukan imediacyber.com di lapangan, bangunan yang beralamat di Jalan Meruya Ilir Gang Belimbing I RT 002/01 Srengseng ini dibekingi oleh satu oknum pejabat P2B berinisial Sur. Ada indikasi Sur telah menerima uang puluhan juta rupiah sehingga berani membekingi bangunan bermasalah tersebut.

Apapun, aparat pengawas seperti Bawasko Jakarta Barat maupun Bawasda Provinsi DKI harus hirau terhadap perilaku buruk aparat terkait di bidang pengawasan dan penataan bangunan dan tata kota di Kembangan, Jakarta Barat.

Wawancara Helmy Yahya

Rabu, 11 Juni 08 - oleh : Si Gun

Sudah terbiasa berprestasi sejak kecil, Helmy Yahya kini masuk ke gelanggang politik dengan menjadi calon wakil gubernur Sumatera Selatan. Simak penuturannya ketika berwawancara dalam perjalanan dari acara pengambilan foto bersama pasangannya Syahrial Oesman menuju Kantor Pusat Partai Keadilan Sejahtera pada awal Juni 2008:

Di Kantor DPP PKS, apa acara Anda?
Kita silaturahmi dengan PKS karena PKS sudah mendukung kita dan menyiapkan acara deklarasi di Palembang. Hari ini kita silaturahmi dengan Presiden PKS Bapak Tifatul Sembiring. Pagi tadi kita juga sudah bersilaturahmi dengan Ketua Umum PPP Pak Suryadharma Ali dan mendapat dukungan luar biasa. Jadi, kini yang mendukung pasangan Syahrial Oesman - Helmy Yahya itu ada 14 partai, termasuk 11 partai kecil yang mencakup sekitar 15 persen suara plus PDI-P, PPP, dan PKS.

Ada singkatan khusus untuk pasangan Syahrial Oesman - Helmy Yahya?
Tidak. Kita berusaha tidak menggunakan singkatan karena menurut saya yang orang marketing, nama Syahrial Oesman dan nama saya itu sudah menjadi brand. Mengapa kita harus membuat brand baru yang harus disosialisasikan lagi. Menurut saya itu hanya kasus saja. Pak Syahrial juga setuju, kenapa harus pakai singkatan begitu? Meng-create brand baru itu buth waktu, mensosialisasikannya juga perlu waktu, sedangkan brand itu sudah ada di nama saya dan nama Pak Syahrial. Orang Sumatera Selatan mana yang tidak kenal dengan kedua nama itu. Ada sih yang mencoba membuat singkatan SOHEH yang artinya seperti hadits sahih, valid. Ada juga yang membuat singkatan Yalmy. Tapi kami sepakat pasangan ini Syahrial Oesman - Helmy Yahya. That’s the brand.

Kilas balik proses menjadi cawagub bagaimana?
Ya saya tidak pernah menyangka. Sampai sebulan lalu saya tidak pernah menyangka bisa menjadi seperti ini karena saya hanya merespon permintaan masyarakat yang sangat luar biasa jumlahnya (sambil menunjukkan telepon selulernya). Masih ada sekitar 600 SMS plus sekitar 800 SMS yang sudah saya hapus yang intinya berisi permintaan agar saya memikirikan Sumatera Selatan. Termasuk orang-orang tua di Jakarta juga mendukung saya dengan alasan, mungkin diperlukan tokoh alternatif, tokoh muda yang bisa memimpin Sumatera Selatan. Trend pemimpin muda ini juga menjadi trend dunia sekarang yang tak dapat mengelak dari perubahan.

Tapi, selebriti yang menjadi pejabat publik juga menjadi trend ya?
Terus terang saya bukan pure selebriti. Helmy Yahya sebagai selebriti itu hanya 10 persen. Orang banyak yang tidak tahu itu, saya birokrat, pegawai negeri, pernah menjadi direktur BUMN, saya punya perusahaan cukup banyak, saya juga akademisi, dan juga pembicara seminar. Tapi saya juga perlu bilang what’s wrong with celebrity? Semua orang punya hak menjadi kepala daerah, sama haknya dengan pengacara, akademisi birokrat, maupun politisi. apalagi kini pemilihannya langsung oleh masyarakat.

Ada kekhawatiran selebriti itu akan sulit menyesuaikan diri dengan style birokrasi. Anda sendiri bagaimana?
Latar belakang saya kan bukan hanya selebriti. Saya ingin mengatakan, orang tua saya mengatakan, dan perjalanan hidup saya mengatakan hanya satu, saya memang sering dihina dari dulu, di-under estimate oleh orang. Filosofi hidup saya, saya tidak akan meng-under estimate orang lain apapun profesinya, berapapun mudanya dia, apapun level pendidikannya. Jangan pernah meremehkan orang lain, coba saja dulu.

Apa yang paling pahit dari penghinaan itu?
Saya berangkat ke dunia kuis pun begitu, dari awal membuat pertanyaan bahkan menyiapkan kursi untuk para penonton. Saya berangkat dari keluarga yang hidupnya memprihatinkan, ayah saya hanya pedagang kaki lima, tidak ada cewek yang mau sama saya. Itulah sebagian hidup saya di masa lalu. Jadi kalau orang ingin melihat kunci sukses saya apa, jawabnya adalah sekolah keprihatinan. Kalau orang Jawa bilang school of soro, kalau wong Plembang, school of saro. Ha ha ha ha ha. Itulah yang membuat saya menjadi besar.

Bagaimana prosesnya Anda sampai di Jakarta?
(Helmy Yahya pernah dilarang ke Jakarta oleh ayahnya ketika menjadi Ketua Ikatan OSIS Sumsel dan duduk di SMA Negeri 1 Palembang) Ya saya datang ke Jakarta pada 1981 tanpa kenal siapapun. Saya dan Tantowi tidak dibekali apapun oleh orang tua. Kita hanya dibekali salat, kehidupan religius yang sangat luar biasa, semangat pantang menyerah.

Tadi Anda menyebut orang tua, sesepuh Palembang, yang memberi support. Siapa itu?
Saya tak perlu menyebut nama. Saya datangi mereka satu per satu memohon support. Malah mereka mendahului dengan memberi support. Ada yang menyatakan, “My, kau tulah yang harus memikirkan daerah. Kalau bukan kau, Tantowi.” Hanya dua nama yang disebut.

Well, adik-kakak (Helmy dan Tantowi) ini sama-sama populer. Apakah ada deal or no deal untuk terjun ke politik lebih dulu?
Yang jelas, kami tak akan pernah bertarung dalam satu playground. Sekarang Mas Tanto pun memutuskan untuk masuk ke dunia politik. Tapi ini keputusan masing-masing. Keluarga saya, ayah saya almarhum juga menyatakan perbedaan pendapat itu adalah hal biasa. Tak ada masalah. Kami akan saling support walaupun mungkin jalannya berlainan. Tanto, saya tahu, akan masuk ke kancah politik nasional.

Bagaimana Anda melihat Helmy Yahya dalam peta politik Sumsel?
Ya ya ya. Saya dianggap sebagai representasi kamu muda. Kita tidak bisa meng-under estimate kaum muda yang jumlahnya lebih dari 50 persen total warga Sumsel. Saya disambut oleh banyak kalangan muda, mahasiswa dan pelajar di sana. Saya juga merepresentasi orang Sumsel yang berasal dari daerah kecil. Orang tua saya dari Ogan Ilir (kabupaten baru hasil pemekaran Ogan Komering Ilir). Di Palembang saya mewakili warga yang berasal dari Seberang Ulu (sisi kanan-selatan Sungai Musi yang pertumbuhannya relatif lebih lambat dibandingkan dengan kawasan Seberang Ilir, sisi kiri-utara). Banyak sekali yang menitipkan harapan kepada saya. Kembalinya saya ke daerah bukan bermotif apa-apa kecuali untuk mengabdikan pengalaman, pendidikan, kreativitas, network, dan keahlian saya. That’s it.

Lantas seperti apa Sumatera Selatan di mata Anda?
Potensinya luar biasa. Kalau penanganannya baik, Sumsel itu bisa menjadi provinsi terkaya di Indonesia. Kita punya minyak, gas, batu bara, sawit, karet, kopi, pariwisata, penduduk yang keras tetapi kompak dan welcome terhadap investor. Yang kurang itu kualitas sumber daya manusia, kita akan perhatikan itu, kita create. Yang diperlukan Sumsel adalah manajemen dan entrepreneurship, dan itulah yang akan saya bawa ke sana.

Pak Syahrial menurut Anda seperti apa?
Pak Syahrial itu adalah birokrat berpengalaman, dari nol sampai menjadi gubernur. Beliau sangat mengenal Sumsel karena sudah lima tahun menjadi gubernur dan performs pula. Anda lihat Sumsel take off bagus sekali, menjadi lumbung pangan dan lumbung energi. Tapi jangan lupa kehadiran saya membawa sesuatu yang mungkin belum beliau miliki yaitu entrepreneurship, knowledge, skill, dan network mudanya. Saya pikir ini adalah kombinasi yang sangat menarik.

Apakah ada deal tertentu dengan Pak Syahrial?
Saya sudah bilang kepada beliau, saya tidak mau menjadi wagub jika hanya sebagai ban serep atau vote getter. Saya minta itu ketika beliau meminta saya menjadi seorang wagub, dan beliau deal. Beliau bilang OK My. Saya bilang saya membutuhkan playground, arena bermain. Ini memang dunia yang baru buat saya, tapi saya punya bekal. Saya meraih gelar S-2 dari Amerika, saya punya entrepreneurship, dan saya punya bekal managerial skill karena pernah menjadi direktur BUMN. Saya juga akademisi dan mengajar di beberapa perguruan tinggi. Saya membawa sesuatu untuk digabungkan, dipersembahkan, untuk mendukung Syahrial Oesman. Jadi, bidang ekonomi mungkin akan lebih banyak menjadi urusan saya.

Modal dasar Sumsel sebenarnya dapat membuat provinsi ini tumbuh lebih cepat. Tapi koq kesannya lambat? Anda punya resepnya mungkin?
Resep saya cuma satu: try me. Muda dan punya networking. Kombinasi dengan Pak Syahrial yang menguasai database dan isu daerah saya pikir akan dapat memenuhi harapan masyarakat Sumsel. Semoga harapan masyarakat Sumsel bisa kita wujudkan.

Apakah ada kampanye negatif terhadap Anda terkait pemilihan gubernur Sumsel?
Saya tak akan pernah masuk ke area itu. Saya menjadi besar karena melahirkan karya. Kita tak peduli dengan kampanye negatif. Saya dan Tantowi itu levelnya bukan hanya nasional, melainkan juga regional. Itu kita capai dengan perjuangan luar biasa, bukan dengan menjatuhkan orang lain. Dalam hidup memang saya suka membuat benchmarking. Ada orang yang menjadi target untuk saya lampaui, tapi saya tak pernah menjatuhkannya. Saya bekerja keras untuk melampaui orang yang ingin saya lewati. Itu filosofi saya, sangat positif dan tak pernah menghalangi siapapun. Saya sangat menyukai kompetisi.

Anda punya guru politik?
Walaupun saya tak pernah nyemplung langsung di dunia politik, saya empat tahun menjadi MC berbagai partai politik. Saya belajar banyak dan mendapat brief. Pak Taufiq Kiemas salah satunya. I’m a fast learner. Buktinya, saya seorang akuntan tapi bergerak di dunia kreatif. How can I do that? Because I learn. Saya fasih berbicara basket, padahal jarang main basket. Saya juga menjadi juru lelang yang paling sering mengelola lelang lukisan di Indonesia. Apakah saya pernah melukis? Tidak pernah. Tapi saya terus belajar.

Dukungan keluarga?
Saya tak akan pernah melakukan ini kalau keluarga tak pernah mendukung. Saya berharap apa yang saya lakukan ini menjadi kebanggaan buat keluarga. Kalau hanya masalah kenyamanan hidup, hidup saya sudah sangat nyaman. Karir saya sedang di puncak, perusahaan saya juga sedang di puncak. Saya hidup penuh dengan suka cita, penuh puji-pujian, popularitas, dan kemudahan. Tapi saya tak mau egois. Kini saya berada di convert zone (wilayah peralihan). Tapi, umur saya sebenarnya tidak muda lagi. Ada panggilan untuk menunjukkan tanggung jawab ketika banyak orang meminta saya. Kalau saya menolak, saya tidak bersyukur kepada Tuhan. Itu sebabnya dengan bismillah saya ikuti proses politik ini.

Anda punya hotel ya di Palembang?
Masih developed (dibangun). Belum tahu kapan dilaunching, apalagi begitu saya menjadi wagub, tidak boleh berbisnis. Aturannya begitu. Jadi, mungkin saya sedang dalam proses mengalihkan perusahaan-perusahaan saya ke orang lain. Saya hanya pemegang saham dan tidak boleh aktif di perusahaan saya.

Bidang bisnis utama Anda apa sebenarnya?
Perusahaan saya entertainment, production house, tambang, restoran juga ada.

Apakah tak berpikir ulang untuk memilih antara menjadi wagub atau menjadi selebriti?
Ini sudah putusan final, point of no return. Masa sudah begini saya mundur? Saya ini kalau iya, iya. Kalau tidak, tidak. Itu sebabnya saya perlu empat tahun sebelum benar-benar masuk ke wilayah politik.

Target hidup anda sebenarnya apa?
Saya ingin meninggalkan jejak, ingin memberikan kebanggan untuk keluarga dan warga saya. Kalau saya sudah tidak ada, masih bisa dikenang. Dulu pernah hidup seorang Helmy Yahya yang pernah melahirkan lebih dari 100 karya televisi. Ya yang begitulah.

Ada juga yang bilang jika Helmy Yahya menjadi Wagub, Sumsel penuh dengan entertainment dan infotainment. Masyarakatnya lebih banyak menari. Komentar Anda?
I’m not celebrity. Selebriti dalam hidup saya hanya 10 persen. Kalau menari, menari pun aku nggak bisa. Tapi tak perlu tanggapi juga. Banyak sekali orang yang tak mengenal saya sesungguhnya. Tapi, kalau tujuh juta rakyat Sumsel semuanya menari, itu prestasi luar biasa. artinya mereka happy kan? Ha ha ha ha ha. O ya, kemarin ini saya malah mendapat SMS. Isinya, “Sebentar lagi Tukul yang mau jadi gubernur.” Eit jangan under estimate seseorang. Apalagi Tukul. Tukul itu sangat pintar, jangan dianggap Tukul itu bodoh. Spontanitasnya sangat luar biasa. Siapa tahu dia benar kalau memimpin. Helmy Yahya juga begitu, banyak yang belum mengenal siapa saya sesungguhnya.

Kalau 10 persen saja porsi selebriti, yang dominan dalam kehidupan Anda apa?
Entrepreneurship. Jumlah perusahaan saya puluhan, persisnya sedang dihitung termasuk yang kecil-kecil.

Menurut Anda, apa persamaan dan perbedaan dunia selebriti dibandingkan dengan politik?
Ini dunia yang tampaknya sangat berjauhan. Tapi ada anekdot banyak selebriti menjadi politisi dan politisi malah menjadi selebriti. Ini persinggungan yang menarik. Tapi ini adalah hak semua orang, untuk menjadi politisi maupun selebriti.

Ada selebriti yang menjadi politisi kemudian kecewa, seperti almarhum Sophan Sophiaan. Ini bagaimana?
Ya ya ya. Memang dunia selebriti itu sangat menyenangkan dan lebih sincere, lebih apa adanya. Penuh dengan penghargaan-penghargaan, apresiasi. Saya mendengar betul waktu Sophan Sophiaan almarhum keluar dari dunia itu: “Gua nggak bisa pikir. Kemarin kita puji-puji itu tokoh, sekarang kita semua mau jatuhin itu tokoh. Tak masuk akal.” Dalam dunia seni, itudunia yang lembut, sangat bermain dengan perasaan. Sedangkan politik sangat keras sekali. Tidak ada kawan atau musuh abadi dalam politik, yang abadi itu adalah kepentingan. Saya juga tidak tahu apakah saya bisa atau tidak. Tapi jujur saya berusaha di dunia yang sangat baru. Oleh sebab itu saya tak terlalu happy diperkenalkan sebagai selebriti karena saya ini bukan selebriti seperti yang dianggap orang kebanyakan. Selebriti kata orang itu harus keren, minimal tinggi 170 cm, dada bidang, perutnya six-packs, rahangnya kotak, I’m not. Saya bukan sama sekali. Saya diterima di dunia selebriti karena karya-karya saya. Itu yang harus orang akui.

Pasangan Syahrial Oesman - Helmy Yahya ini menurut perhitungan awam akan menang. Tapi, bagaimana kalau kalah?
Tidak apa-apa juga. Hidup ini ada risiko. Masa arisan mau mengocok terus? Tapi saya tak akan pernah masuk ke bidang yang saya yakin tak akan menang. Kalau pun kalah ya tidak apa-apa. Perusahaan masih banyak, Jual iwak bae di Plembang. Ha ha ha ha ha. Saya ini orang yang sangat konservatif karena latar belakang akuntan, semua risiko diperhitungkan.

Idola politik Anda saat ini siapa?
Barack Obama.

Kenapa?
Sederhana saja: Change. Itu juga yang saya bawa. Kita tak bisa menyetop perubahan. Pemimpin-pemimpin muda itu fenomena menarik.

Kalau Anda menyukai perubahan, perubahan Sumatera Selatan kelak seperti apa?
Saya belum boleh kampanye. Pokoknya target kita mengelola sumber daya untuk kesejahteraan Sumsel.

Apa bisa lebih cepat?
Kita harus mengikuti prosedur. Toh banyak orang Sumsel yang pintar-pintar. Kita akan panggil mereka untuk memikirkan Sumatera Selatan untuk berinvestasi, untuk menghimpun ide dan menerapkannya sehingga kita akan lebih cepat take off. Kita juga ingin meningkatkan kualitas sumber daya manusia ke tingkat pendidikan yang lebih tinggi dan berkualitas. Yang penting masih berada dalam koridor administrasi keuangan negara.

REKAM JEJAK
Nama: Helmy Yahya MPA Akt
Lahir: Palembang, 6 Maret 1963
Status: Menikah dengan Harfansi Yahya
Dikaruniai tiga anak:
Rendy Faraitody Yahya
Amerigo Salim Yahya
Saskia Rachelly Yahya
Rahma Azzura Yahya

Pendidikan
SD Negeri 115 Palembang, 1975 (lulusan terbaik)
SMP Negeri 2 Palembang, 1978 (lulusan terbaik 2)
SMA Negeri 1 Palembang, 1981 (lulusan terbaik)
Sekolah Tinggi Akuntansii Negara Program Diploma III, 1984 (lulus ranking 1)
STAN Program Diploma IV, 1990 (lulus ranking 1)
Master of Professional Accounting, University of Miami, Florida, AS GPA 3,6 (Agustus 1991-Juni 1992)

Pengalaman Kerja
1. CEO PT Triwarsana, Production House Non-drama dengan lebih dari 80 program
2. CEO Marvin Reeves Indonesia, agen properti internasional
3. Chairman Emporium Indonesia, event organizer
4. Ani Sumadi Production (1989-1999)
5. Direktur Pemasaran PT Produksi Film Negara -BUMN Film (2001-2002
6. HERE Management Consultant dengan Renaldi Khasali (2003-2005)
7. Dosen STAN, YAI, dan Perbanas untuk mata kuliah Accounting, Marketing, dan Business Ethics

Penghargaan
1. Panasonic Award untuk Presenter Kuis Favorit 2002
2. Panasonic Award untuk Presenter Reality Show Favorit 2005
3. Tokoh Inspirasi dari Menko Kesra 2006
4. Finalis Pengusaha Muda Sukses 2006
5. Tokoh Paling Kreatif dari Yayasan Kreativitas Indonesia 2005
6. Panasonic Awards untuk Program TV Terbaik
Kuis Joshua (2000-2001)
Main Bersama Joshua (2002)
Siapa Berani (2001-2002)
Uang Kaget (2004)
Bedah Rumah (2005-2006)
7. Memegang 24 rekor Museum Rekor Indonesia (MURI)

KISAH NABI SHOLEH AS

Jumat, 20 Juni 08 - oleh : Abu Zahro

Kisah Nabi Sholeh AS diceritakan di 72 ayat dalam 11 surah di antaranya surah Al-A’raaf, ayat 73 – 79, surah “Hud” ayat 61 – 68 dan surah “Al-Qomar” ayat 23 – 32.

Tsamud adalah nama suku dari bangsa Arab, ada pula yang menggolongkan mereka ke dalam bangsa Yahudi. Mereka bertempat tinggal di suatu dataran bernama “Al-Hijir” terletak antara Hijaz dan Syam yang dahulunya termasuk jajahan suku Aad yang telah habis binasa disapu angin taufan akibat keingkaran mereka terhadap dakwah yang disampaikan oleh Nabi Hud A.S.

Kemakmuran dan kemewahan hidup yang dahulu dinikmati oleh kaum Aad telah diwarisi oleh kaum Tsamud. Tanah yang subur yang memberikan hasil bumi berlimpah ruah, binatang-binatang ternak yang berkembang biak, kebun-kebun bunga yag indah, bangunan yang didirikan di atas tanah yang datar dipahat dari gunung, semuanya itu menjadikan mereka hidup tenteram, sejahtera dan bahgia. Akan tetapi kehidupan mereka tidak mengenal Tuhan, melainkan menyembah berhala. Kepada berhala tersebut mereka berqurban, mereka meminta perlindungan dari segala musibah dan mengharapkan keberkahan hidup.

Nabi Sholeh AS Berdakwah Kepada Kaum Tsamud

Alloh Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang tidak akan membiarkan hamba-hamba_Nya berada dalam kegelapan terus-menerus tanpa diutus Rosul-Nya untuk memberi penerangan dan memimpin mereka keluar dari jalan yang sesat ke jalan yang benar. Demikian pula Alloh tidak akan menurunkan adzab kepada suatu umat sebelum mereka diperingatkan dengan Rosul-Nya. Sunnatulloh ini berlaku pula kepada kaum Tsamud, kepada mereka Alloh mengutus Nabi Sholeh AS salah seorang dari suku meraka sendiri, dari keluarga yang terpandang dan dihormati oleh kaumnya, terkenal tangkas, cerdik pandai, rendah hati dan ramah-tamah dalam pergaulan.

Oleh Nabi Sholeh AS mereka dikenalkan Alloh Yang Maha Esa, yang menciptakan mereka, menciptakan alam semesta, menciptakan tanah yang subur yang menghasilkan sayur-sayuran dan buah-buahan, menciptakan binatang ternak untuk mereka, dan berbagai kenikmatan lainnya. Alloh itulah yang harus mereka sembah, bukan patung-patung yang mereka pahat sendiri dari batu yang tidak berkuasa memberi sesuatu kepada mereka atau melindungi mereka dari ketakutan dan bahaya.

Nabi Sholeh AS memperingatkan bahwa ia hanyalah seorang Rosul utusan Alloh yang menyampaikan syari’atnya serta tidak meminta upah kepada mereka. Ia hanya mengharapkan balasan dari Alloh serta mengharapkan kebaikan bagi mereka jika mereka mau mengikuti ajarannya. Sebaliknya Nabi Sholeh AS juga mengingatkan bahwa jika mereka tidak mengingkari ajaran yang dibawanya, maka mereka akan mendapat adzab yang pedih baik di dunia maupun di akhirat.

Terperanjatlah kaum Nabi Sholeh mendengar seruan dakwahnya, bagi mereka ini adalah merupakan hal baru yang tidak diduga akan datang dari saudara atau anak mereka sendiri. Maka serentak ditolaklah ajakan Nabi Sholeh AS itu seraya: “Wahai Sholeh! Kami mengenalmu seorang yang pandai, tangkas dan cerdas, fikiranmu tajam dan pendapat serta semua pertimbangan mu selalu tepat. Pada dirimu kami melihat tanda-tanda kebajikan dan sifat-sifat yang terpuji. Kami sebetulnya mengharapkan dari engkau untuk memimpinkami menyelesaikan hal-hal yang rumit yang kami hadapi, memberi petunjuk dalam soal-soal yang gelap bagi kami dan menjadi ikutan dan kepercayaan kami di kala kami menghadapi krisis dan kesusahan. Akan tetapi segala harapan itu menjadi meleset dan kepercayaan kami kepadamu sirna hari ini dengan tingkah lakumu dan tindak tandukmu yang menyalahi adat-istiadat dan tatacara hidup kami. Ajaran apakah yang engkau serukan kepada kami? Engkau menghendaki agar kami meninggalkan sembahan kami dan nenek moyang kami, agama yang telah menjadi darah daging kami menjadi bagian hidup kami sejak kami dilahirkan dan tetap menjadi pegangan untuk selama-lamanya. Kami sekali-kali tidak akan meninggalkannya dan kami tidak akan mengikutimu yang sesat itu. Kami tidak mempercayai omong kosongmu bahkan meragukan kenabianmu. Kami tidak akan mendurhakai nenek moyang kami dengan meninggalkan tuhan kami dengan mengikuti jejakmu.”

Nabi Sholeh AS memperingatkan mereka agar jangan menentangnya dan agar mengikuti ajakannya beriman kepada Alloh yang telah mengaruniai mereka rizqi yang luas dan penghidupan yang sejahtera. Diceritakan kepada mereka kisah kaum-kaum yang mendapat adzab dari Alloh karena menentang Rosul-Nya dan mendustakan risalah-Nya. Hal yang serupa itu dapat terjadi atas mereka jika mereka tidak mau menerima dakwahnya dan mendengar nasihatnya, yang diberikannya secara ikhlas dan jujur sebagai seorang anggota dari keluarga besar mereka dan yang tidak mengharapkan atau menuntut upah mereka atas usahanya itu. Ia hanya menyampaikan amanat Alloh yang ditugaskan kepadanya dan Alloh-lah yang akan memberinya upah dan ganjaran dari usahanya memberi petunjuk dan tuntutan kepada mereka.

Hanya sekelompok kecil dari kaum Tsamud yang kebanyakkannya terdiri dari orang-orang miskin yang menerima dakwah Nabi Sholeh AS dan beriman kepadanya sedangkan sebagian besar mereka terutama golongan orang-orang kaya dan berkedudukan tetap berkeras kepala dan menyombongkan diri menolak ajakan Nabi Sholeh AS dan mengingkari kenabiannya dan berkata kepadanya: “Wahai Sholeh! Kami kira bahwa engkau telah kerasukan syetan dan terkena sihir. Engkau telah menjadi sinting dan gila. Akalmu sudah berubah dan fikiranmu sudah kacau sehingga engkau tidak sadar telah mengeluarkan kata-kata yang tidak masuk akal dan mungkin engkau sendiri tidak memahaminya. Engkau mengaku telah diutus oleh Tuhanmu sebagai nabi dan Rosul-Nya. Apa kelebihanmu dari kami, sehingga engkau dipilih menjadi rosul, padahal ada orang-orang di antara kami yang lebih cakap untuk menjadi nabi atau rasul daripada engkau. Tujuanmu dengan kata-katamu hanyalah untuk mengejar kedudukan dan ingin diangkat menjadi kepala dan pemimpin bagi kaummu. Jika engkau merasa sehat fikiran dan mengaku bahwa engkau tidak mempunyai arah dan tujuan yang terselubung dalam dakwahmu itu maka hentikanlah usahamu menyiarkan agama barumu dengan mencela sembahan kami dan nenek moyangmu sendiri. Kami tidak akan mengikuti jalanmu dan meninggalkan jalan yang telah ditempuh oleh orang-orang tua kami lebih dahulu.”

Nabi Sholeh AS menjawab: “Aku telah berulang-ulang mengatakan kepadamu bahwa aku tidak mengharapkan sesuatu apapun darimu sebagai imbalan atas usahaku memberi petunjuk kepada kamu. Aku tidak mengharapkan upah atau mendambakan pangkat dan kedudukan bagi usahaku ini yang aku lakukan semata-mata atas perintah Alloh dan dari-Nya kelak aku harapkan balasan dan ganjaran untuk itu. Dan bagaimana aku dapat mengikutimu dan mentelantarkan tugas dan amanat Tuhan kepadaku, padahal aku talah memperoleh bukti-bukti yang nyata atas kebenaran dakwahku. Janganlah sekali-kali kamu harapkan bahwa aku akan melanggar perintah Tuhanku dan melalaikan kewajibanku kepada-Nya hanya semata-mata untuk melanjutkan sembahan nenek moyang kami yang bathil itu. Siapakah yang akan melindungiku dari adzab Tuhan jika aku berbuat demikian? Sesungguhnya kamu hanya akan merugikan dan membinasakan aku dengan seruanmu itu.”

Setelah gagal menghentikan usaha dakwah Nabi Sholeh AS bahkan makin giat dan kaum Tsamud makin lama makin tertarik terutama dari kalangan menengah kebawah dalam masyarakat, mereka menantang Nabi Sholeh AS untuk membuktikan kebenaran kenabiannya dengan suatu bukti mukjizat dalam bentuk benda atau kejadian luar biasa yang berada di luar kekuasaan manusia.

Alloh Memberi Mukjizat Kepada Nabi Sholeh A.S.

Nabi Sholeh AS sadar bahwa tantangan kaumnya yang menuntut bukti berupa mukjizat itu adalah bertujuan hendak menghilangkan pengaruhnya dan mengikis habis kewibawaannya di mata kaumnya terutama para pengikutnya bila ia gagal memenuhi tantangan mereka. Nabi Sholeh AS membalas tantangan mereka dengan menuntut janji mereka bila ia berhasil mendatangkan mukjizat yang mereka minta bahwa mereka akan meninggalkan agama dan sembahan mereka dan akan mengikuti ajaran yang dibawanya.

Nabi Sholeh AS memohon kepada Alloh agar memberinya suatu mukjizat untuk membuktikan kebenaran risalahnya dan sekaligus mematahkan perlawanan dan tantangan kaumnya yang masih berkeras kepala itu. Alloh pun mengabulkan do’a Nabi Sholeh AS. Alloh memerintahkan kepada Nabi Sholeh AS untuk menunjuk sebuah batu besar. Maka sejurus kemudian dengan izin Alloh Yang Maha Kuasa lagi Maha Pencipta terbelahlah batu yang ditunjuk itu dan keluar dari dalamnya seekor unta betina.

Dengan menunjuk kepada binatang yang baru keluar dari perut batu besar itu berkatalah Nabi Sholeh AS kepada mereka: “Inilah unta Alloh, janganlah kamu ganggu biarkanlah ia bebas mencari makanan dan minumannya sendiri di atas bumi Alloh, dan kamu mempunyai hak mengambil susunya untuk minum bagimu. Jika kamu menggannggunya apalagi membunuhnya ketahuilah bahwa Alloh akan menurunkan adzab-Nya.”

Kemudian berkeliaranlah unta itu di ladang-ladang memakan rumput sesuka hatinya tanpa mendpt gangguan. Ketika hendak minum tiba-tiba pergilah unta itu ke sebuah perigi yang diberi nama perigi unta dan minumlah unta itu sepuas-puasnya. Dan pada hari-hari giliran unta Nabi Sholeh AS minum tiada seekor binatang lain pun yang berani menghampirinya, hal mana menimbulkan rasa tidak senang para pemilik binatang yang makin hari makin merasakan bahwa dengan adanya unta Nabi Sholeh AS di tengah-tengah mereka itu merupakan gangguan laksana duri yang melintang di dalam kerongkong.

Dengan berhasilnya Nabi Sholeh AS mendatangkan mukjizat yang mereka tuntut gagallah para pemuka kaum Tsamud dalam usahanya untuk menjatuhkan kehormatan dan menghilangkan pegaruh Nabi Sholeh AS bahkan sebaliknya telah menambah tebal kepercayaan para pengikutnya. Maka dihasutlah oleh mereka pemilik-pemilik ternak yang merasa jengkel dan tidak senang dengan adanya unta Nabi Sholeh AS yang merajalela serta ditakuti oleh binatang-binatang peliharaannya.

Unta Nabi Sholeh AS Dibunuh

Persekongkolan diadakan untuk mengatur rencana pembunuhan unta Nabi Sholeh AS, selagi orang masih dibayangi rasa takut dari adzab yang diancamkan oleh Nabi Sholeh AS bila untanya diganggu di samping adanya dorongan keinginan yang kuat untuk melenyapkan binatang itu dari atas bumi mereka, tiba-tiba muncullah seorang janda bangsawan yang kaya raya menawarkan akan menyerahkan dirinya kepada siapa saja yang dapat membunuh unta Nabi Sholeh AS. Di samping janda itu ada pula seorang yang mempunyai beberapa puteri cantik yang menawarkan akan menghadiahkan salah seorang dari puterinya kepada orang yang berhasil membunuh unta itu.

Dua macam hadiah yang menggiurkan dari kedua wanita itu di samping hasutan para pemuka Tsamud mengundang dua orang lelaki bernama Mushodda’ bin Muharrij dan Gudar bin Salif berkemas-kemas untuk melakukan pembunuhan demi meraih hadiah yang dijanjikan di samping sanjungan dan pujian yang akan diterimanya dari para tokoh suku Tsamud bila unta Nabi Sholeh AS telah mati dibunuh.

Dengan bantuan tujuh orang lelaki, bersembunyilah mereka di suatu tempat di mana biasanya di lalui oleh unta dalam perjalanannya ke perigi tempat ia minum. Dan begitu unta yang tidak berdosa itu lewat segeralah dipanah betisnya oleh Musadda’ yang disusul oleh Gudar dengan menikamkan pedangnya di perutnya.

Dengan perasaan bangga pergilah para pembunuh unta itu ke ibu kota menyampaikan berita matinya unta Nabi Sholeh AS hingga mendapat sambutan sorak-sorai dan teriakan gembira dari pihak musyrikin seakan-akan mereka kembali dari medan perang dengan membawa kemenangan yang gilang gemilang.

Berkata mereka kepada Nabi Sholeh AS: “Wahai Sholeh! Untamu telah mati dibunuh, cobalah datangkan ancaman Tuhanmu bila unta itu diganggu, jika engkau betul-betul termasuk orang benar.”

Nabi Sholeh menjawab: “Aku telah peringatkan kamu, bahwa Alloh akan menurunkan adzab-Nya atas kamu jika kamu mengganggu unta itu. Maka dengan terbunuhnya unta itu tunggulah akan tibanya masa adzab yang Alloh telah janjikan dan telah aku sampaikan kepada kamu. Kamu telah menentang Alloh dan terimalah kelak akibat tantanganmu kepada-Nya. Janji Alloh tidak akan meleset. Kamu boleh bersuka ria dan bersenang-senang selama tiga hari ini kemudian terimalah ganjaranmu yang setimpal pada hari keempat. Demikianlah kehendak Alloh dan taqdir-Nya yang tidak dapat ditunda atau dihalang-halangi.”

Dalam tempo tiga hari itu bukannya mereka menyadari kesalahannya dan bertobat sebaliknya bahkan menjadi bahan ejekan kepada Nabi Sholeh AS yang ditantangnya untuk mempercepat datangnya adzab itu dan tidak usah ditangguhkan tiga hari lagi.

Turunnya Adzab Alloh Yang Dijanjikan

Nabi Sholeh AS memberitahu kaumnya bahwa adzab Alloh yang akan menimpa mereka akan didahului dengan tanda-tanda, yaitu pada hari pertama mereka terbangun dari tidurnya akan mendapati wajah mereka menjadi kuning dan pada hari kedua berubah menjadi merah dan pada hari ketiga dan hitam dan pada hari keempat turunlah adzab Alloh yang pedih.

Mendengar ancaman adzab yang diberitahukan oleh Nabi Sholeh AS kepada kaumnya, kelompok sembilan orang yang pembunuh unta merancang pembunuhan atas diri Nabi Sholeh AS mendahului tibanya adzab yang diancamkan itu. Mereka mengadakan pertemuan rahasia dan bersumpah bersama akan melaksanakan rencana pembunuhan itu di waktu malam, di saat orang masih tidur nyenyak untuk menghindari tuntutan balas darah oleh keluarga Nabi Sholeh AS. Rencana mereka ini dirahasiakan sehingga tidak diketahui dan didengar oleh siapa pun kecuali kesembilan orang itu sendiri.

Ketika mereka datang ke tempat Nabi Sholeh AS untuk melaksanakan rencana jahatnya di malam yang gelap-gulita dan sunyi-senyap berjatuhanlah di atas kepala mereka batu-batu besar yang tidak diketahui dari mana datangnya dan seketika mereka tewas bergelimpangan di atas tanah dalam keadaan tidak bernyawa lagi. Demikianlah Alloh telah melindungi Rosul-Nya dari perbuatan jahat hamba-hamba-Nya yang kafir.

Satu hari sebelum hari turunnya adzab yang telah ditentukan itu, dengan izin Alloh berangkatlah Nabi Sholeh AS bersama para pengikutnya menuju Ramlah, sebuah tempat di Palestin, meninggalkan Hijir dan penghuninya, kaum Tsamud habis binasa, ditimpa halilintar yang dahsyat beriringan dengan gempa bumi yang mengerikan.

Pelajaran Dari Kisah Nabi Sholeh A.S.

Pelajaran yang yang dapat dipetik dari kisah Nabi Sholeh AS ini ialah bahwa dosa dan perbuatan mungkar yang dilakukan oleh sekelompok kecil warga masyarakat dapat berakibat negatif yang membinasakan masyarakat itu seluruhnya.

Lihatlah betapa kaum Tsamud menjadi binasa, hancur dan bahkan tersapu bersih dari atas bumi karena dosa dan pelanggaran perintah Alloh yang dilakukan oleh beberapa gelintir orang pembunuh unta Nabi Sholeh A.S.
Di sinilah letaknya hikmah perintah Alloh agar kita melakukan amar ma’ruf nahi mungkar. Karena dengan melakukan tugas amar ma’ruf nahi mungkar yang menjadi fardu kifayah itu, setidak-tidaknya kalau tidak berhasil mencegah kemungkaran yang terjadi di dalam masyarakat dan lindungan kita, kita telah membebaskan diri dari dosa menyetujui atau merestui perbuatan mungkar itu.

Bersikap pasif acuh tak acuh terhadap maksiat dan kemungkaran yang berlaku di depan mata dapat diartikan sebagai persetujuan dan terhadap perbuatan mungkar itu.

Aspetes Pelindo: Dishub DKI Abaikan Perintah Bawasda

Senin, 16 Juni 08 - oleh : Sunarya

*Gambar Ketua Aspetes Pelindo Ahmudin saat berfoto bersama dengan Bang Foke

Hiruk pikuk terminal di DKI Jakarta beraneka, diantaranya para pedagang yang menempati kios di terminal. Namun kini para pedagang kios terminal tersebut menjerit akibat sewa kios yang melambung tinggi di luar ketentuan. Pertanyaannya, siapa pelaku penyebabnya?

Para pedagang yang tergabung dalam Asosiasi Pedagang Eceran Terminal Stasiun dan Pelabuhan Indonesia (Aspetes Pelindo) menjerit akibat diharuskan membayar sewa kios yang berukuran enam meter persegi senilai Rp 750 ribu per bulan kepada mitra kerja Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta yaitu PT Marga Jaya Mandiri Perkasa (PT MJMP). Dan sudah berlangsung selama lebih dari puluhan tahun.

Seharusnya, sewa kios di terminal di Ibu Kota berdasarkan Peraturan Daerah (Perda) No.1 tahun 2006 untuk ukuran enam meter persegi hanya sebesar Rp 90 ribu per bulan. Kemudian, mengapa bisa terjadi PT MJMP yang hanya sebagai mitra kerja Dishub DKI Jakarta menarik sewa kios kepada para pedagang dengan nilai berlipat ganda di luar ketentuan yang diatur Perda. Siapa yang diuntungkan dalam permasalahan ini?

“Pada dasarnya kontrak kerja antara PT MJMP dengan Dishub DKI hingga kini diduga masih belum jelas,” ujar Ketua Aspetes Pelindo Ahmudin. Dan yang mengejutkan, tambah Ahmudin, kios di terminal yang merupakan aset Pemda itu kini sudah dimiliki secara pribadi antar pemegang saham PT MJMP.

Rapat gabungan seluruh biro yang ada di DKI Jakarta pada 6 Desember 2007 di Biro Ekonomi DKI Jakarta yang dihadiri pengurus Aspetes Pelindo, Direktur PT MJMP Leonard B Siadari SE MM dan instansi terkait menghasilkan bahwa PT MJMP telah menyalahi Keputusan Gubernur Provinsi DKI Jakarta No.66 tahun 2005. Dan berdasarkan surat yang dikeluarkan Badan Pengawas Daerah (Bawasda) DKI Jakarta tanggal 16 Nopember 2007 yang ditujukan kepada Gubernur DKI Jakarta, Wagub DKI Jakarta dan Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta. Bawasda menyarankan kepada Kepala Dishub DKI untuk memerintahkan secara tertulis terhadap PT MJMP agar menghentikan penyewaan kios kepada para pedagang. Dan apabila masih tetap terjadi penyewaan, maka akan dilakukan tindakan berupa pencabutan izin usaha sesuai dengan Pasal 12 ayat (2) huruf d Keputusan Gubernur Provinsi DKI Jakarta No.66 tahun 2005.

Dalam suratnya, Bawasda juga menyarankan kepada Kepala UPT Terminal Angkutan Jalan agar melakukan pengawasan secara intensif atas izin usaha yang diberikan kepada pihak PT MJMP. “Semua saran Bawasda melalui suratnya tanggal 16 Nopember 2007 kepada Kepala Dishub dan Kepala Terminal Angkutan Jalan tidak direalisasikan Dishub dan PT MJMP. Hingga kini sewa menyewa kios di luar ketentuan Perda masih dilakukan oleh PT MJMP. Dan Dishub seolah menutup mata melihat kesewenangan PT MJMP kepada para pedagang,” jelas Ahmudin kepada imediacyber.com.

“Mau dibawa kemana bangsa ini, jika aparaturnya melecehkan Perda dan Pergub,” kata Ahmudin menutup wawancaranya dengan imediacyber.com.

Sikap dan Tindakan Arogansi PT MJMP

Kenyataan pahit pernah di alami oleh dua orang anggota Aspetes Pelindo yang berdagang di Terminal Bus Rawamangun. Pada 27 Juli 2007 pukul 17.30 WIB dua orang tersebut yang menyewa kios dengan PT MJMP, kiosnya dikosongkan secara paksa dan barang dagangannya di rampas oleh oknum yang diduga kuat sebagai orang suruhan PT MJMP. Dengan kerugian ditaksir sebesar Rp 30 juta.

Akibatnya, hingga kini korban perampasan beserta keluarganya mengalami penderitaan secara psikologis dan terancam miskin akibat dampak dari tindakan arogansi PT MJMP. Dua orang korban tindakan arogansi PT MJMP sudah melaporkan kejadian tersebut langsung kepada pihak berwenang Polres Metro Jakarta Timur pada malam itu juga.

Namun disesalkan Ahmudin, hingga berita ini dipublikasikan, kinerja Polres Metro Jakarta Timur dirasa kurang maksimal dalam menangani permasalahan ini.

Hujan Tidak Menyurutkan Niat Mempertebal Iman

Senin, 16 Juni 08 - oleh : Sunarya

Tidak kurang 150 peserta memadati tempat yang disediakan panitia acara Dzikir Solusi, Santunan Anak Yatim dan Pengobatan Alternatif Islami Gratis yang diadakan oleh Yayasan Al Istiqomah. Pesertanya pun terus bertambah walau hujan mendera.

Hujan yang mengguyur di wilayah Jakarta Barat sejak Sabtu sore hingga Minggu pagi menyiratkan seolah belum akan berhenti dalam beberapa jam ke depan karena langit masih dipenuhi awan gelap. Hingga pukul delapan pagi hujan masih terus turun. Panitia pun bertanya-tanya, apa yang harus dilakukan agar acara dapat dimulai?

Dengan mengucap basmallah acara pun digelar dan pengumuman pun disuarakan melalui pengeras suara agar peserta datang. Satu persatu para peserta yang berasal dari warga sekitar RW 010 Kelurahan Semanan berdatangan walau hujan masih membasahi tanah. Dan acara pun dimulai oleh panitia tepat pukul 08.30 WIB atau sedikit telat dari jadwal semula pukul 07.30 WIB.

Dimulai dengan khotbah dan muhasabah yang disampaikan oleh Ketua Yayasan Al Istiqomah Ustad Teguh Wibowo SpdI atau yang biasa disapa Abu Zahro secara khusyu. Akhirnya tak berapa lama hujan pun reda. Dan tempat yang disediakan panitia bertambah sesak para peserta.

Terhitung sebanyak 28 anak yatim setelah muhasabah diberikan santunan berupa uang dan beras oleh panitia pada hari itu. Santunan yang berasal dari para donatur tidak tetap akhirnya tersalurkan sesuai dengan baik. Namun disayangkan, karena dana yang diterima panitia dari para donatur tidak banyak ada beberapa anak yatim yang datang meminta santunan tidak dapat diberikan karena sudah tidak ada dananya.

Tapi acara yang berlangsung kemarin (15-06-200 8) bertempat di halaman kantor Surat Kabar Pijar Jakarta dengan alamat Kp Pangkalan Mandor Husen RT 08/RW 010 Kel. Semanan Kec Kalideres, Jakbar, dinyatakan sukses oleh panitia. Karena lebih dari 50 orang peserta dapat ditangani penyakitnya oleh tim pengobatan alternati Wasilatul Mustofa pimpinan Ustad Tb Moch Ainurofiq Dachori yang didampingi oleh tim Ustad Sulaiman dan Ustad Suratno beserta isterinya pada hari itu. Dan santunan anak yatim yang diberikan melebihi target semula yaitu sebanyak 25 anak.

Diakhir wawancaranya dengan imediacyber.com, Ketua Panitia Dzikir Solusi, Santunan Anak Yatim dan Pengobatan Alternatif Islami Gratis Ir Suprayogi mengucapkan terima kasih kepada Pemimpin Redaksi Surat Kabar Pijar Jakarta yang turut menyukseskan berlangsungnya acara ini. Dan tak lupa pula kepada para donatur yang ikut berpartisipasi yang tak dapat disebutkan namanya satu persatu.

PT UCC, Diduga Salah Satu Penyebab Banjir Di Semanan

Senin, 16 Juni 08 - oleh : Sunarya

Banjir di wilayah Kelurahan Semanan, Kalideres, Jakarta Barat, kini tak terelekan lagi. Ada dugaan kuat salah satu penyebabnya adalah PT United Can Company (PT UCC) atau yang lebih dikenal dengan nama pabrik kaleng yang beralamat di Jalan Raya Daan Mogot KM.17,5 Kel. Semanan, Kalideres, Jakarta Barat.

Bagaimana banjir tersebut bisa terjadi dan sumbangsih apa saja yang diberikan PT UCC terhadap warga Semanan? Berikut hasil wawancara redaksi imediacyber.com dengan Ketua Aliansi Pemuda Semanan Saudi.

Wilayah mana saja yang terkena banjir saat hujan di Kel. Semanan yang Anda duga disebabkan oleh PT UCC dan sudah terjadi kapan?
Wilayah RW 02, RW 06 dan RW 010.

Berapa ketinggian rata-rata banjir yang terjadi saat hujan turun di wilayah tersebut?
Ketinggian air saat banjir rata-rata 30 sampai 40 centimeter. Dan itu sudah menjadi rutinitas setiap kali hujan turun.

Kenapa Anda menduga banjir tersebut disebabkan oleh PT UCC?
Itu bukan dugaan. Hal tersebut telah kami pelajari lebih dari tujuh tahun. Karena pada saat lahan tidur PT UCC masih memiliki drainase, warga wilayah tersebut tidak kebanjiran. Tetapi karena bentuk drainase yang telah ada tidak permanen sehingga kini drainase tersebut sudah rata dengan permukaan tanah. Bahkan, lahan tidur PT UCC itu sendiri sering tergenang air sehingga menyebabkan genangan air tersebut merembas ke pemukiman warga. Dan saat ini drainase warga yang melewati lahan tidur PT UCC telah ditutup dengan alasan pembuatan tembok pembatas baru. Contohnya seperti yang terjadi pada rumah tokoh masyarakat RW 010 H Ridin. Saking kuatnya tekanan air rembasan dari lahan tidur PT UCC menyebabkan keramik lantai rumahnya terangkat dan rusak.

Berapa kerugian yang diderita warga akibat banjir tersebut?
Saya tidak bisa memprediksi kerugian material. Dan untuk hal ini masyarakat bukan hanya dirugikan secara material, tapi juga kerugian secara psikologis. Masyarakat saat ini sudah merasa tidak nyaman lagi tinggal di wilayah tersebut karena banjir yang datang tidak mengenal waktu.

Langkah-langkah apa saja yang sudah di tempuh dengan PT UCC untuk menyelesaikan permasalahan ini?
Surat Permohonan Drainase sudah kami layangkan sejak Februari 2008 atas nama Forum Pemuda Semanan Mandiri kepada PT UCC dengan diketahui beberapa tokoh masyarakat. Diantaranya Ketua RW 02, Ketua RW 06 dan Ketua RW 010 beserta Dewan Kelurahan RW setempat. Namun, hingga saat ini kami, Aliansi Pemuda Semanan, belum pernah diajak bermusyawarah untuk menyelesaikan permasalahan warga tersebut.

Saat ini, pemerintah mewajibkan program kepedulian perusahaan terhadap warga di sekitar tempat berdomisili perusahaan. Apa yang sudah diterima warga Semanan dengan keberadaan PT UCC?
Sepengetahuan saya, program CSR (Corporate Social Responsibility) PT UCC tidak pernah ada untuk masyarakat di sekitarnya. Ada juga yang terjadi saat ini PT UCC hanya memberikan polusi-polusi antara lain polusi udara dan suara. Tanpa memperhatikan kebutuhan warga akibat dampak pencemaran tersebut. Bahkan, perekrutan tenaga kerja PT UCC itu sendiri untuk warga sekitar di rasa kurang karena untuk bekerja di PT UCC sebagai karyawan kontrak setiap pelamar dikenakan pungutan sebesar Rp 700 ribu pada rekanan PT UCC.

Kalau begitu, apa yang Anda harapkan selaku tokoh pemuda Semanan kepada PT UCC?
Dalam hal ini, kami atas nama Aliansi Pemuda Semanan, mengharapkan kerja sama yang baik. Untuk masalah banjir kami berharap dibuatkan kembali drainase di lahan tidur PT UCC sepanjang tembok pembatas milik PT UCC hingga Sungai Mucerfaart. Dan untuk masalah pencemaran yang ditimbulkan oleh PT UCC kami minta untuk segera dibenahi oleh PT UCC sendiri dan diminimalisir tingkat pencemarannya. Serta untuk perekrutan tenaga kerja kami berharap agar prosantasenya berimbang, minimal untuk warga wilayah Semanan mendapat prioritas 50 persen dari tenaga kerja yang direkrut tanpa adanya pungutan dari rekanan PT UCC. Karena kenyataannya, perekrutan karyawan PT UCC pada masyarakat Semanan hanya berkisar 10 persen.

Siapa “Bermain” Di Pasar Kamal, Kalideres?

Senin, 16 Juni 08 - oleh : Sunarya


*Gambar bangunan dengan izin rumah tinggal setinggi tiga lantai di Komplek Perum Citra 2 Blok C4 No.1 Kel. Pegadungan. Nomor PIMB: 169/PIMB/08 tanggal 23-1-2008.

Sebuah pasar tradisonal dengan ratusan kios berdiri megah di tengah pemukiman warga. Faktualnya, berdirinya pasar tersebut memang sangat diharapkan warga. Namun, proses pembangunannya diduga kuat ada permainan antara pengambil keputusan dengan pengembang.

Sesuai dengan Peraturan Daerah DKI Jakarta No.6 tahun 1991 tentang Tata Ruang, sebuah wilayah yang diperuntukan sebagai pemukiman warga dilarang dibangun untuk bisnis. Tapi yang terjadi saat ini justeru sangat membingungkan karena di wilayah Kamal, tepatnya tidak jauh dari Kelurahan Kamal, Kalideres, Jakarta Barat, tengah dibangun pasar dengan ratusan kios.

Masalahanya, pasar tersebut bukan hanya menyalahi tata ruang tetapi juga bagaimana dengan analisa mengenai dampak lalu lintas (Amdall) dan analisa mengenai dampak lingkungan (Amdal)? Karena dikhawatirkan saat pasar tersebut rampung kemacetan parah akan terjadi di Jalan Raya yang hanya mempunyai lebar lebih dari tujuh meter.

Permasalahan yang terjadi di Kecamatan Kalideres, Jakarta Barat, bukan hanya itu. Ratusan gudang juga saat ini berdiri megah di Komplek Pergudangan Kamal Indah yang juga merupakan kawasan pemukiman. Dan hingga saat ini komplek pergudangan tersebut masih tidak jelas statusnya. Apakah ingin diberikan tindakan tegas penertiban atau mau diberi izin secara legal? Dalam hal ini Pemprov DKI Jakarta agaknya belum mengambil keputusan yang tegas.

Hingga saat ini pelanggaran-pelanggaran dalam pembangunan terus terjadi di komplek pemukiman elite yang ada di wilayah Kalideres, Jakbar. Contohnya dikawasan Komplek Citra 2, Komplek Puri Gardena dan masih banyak yang lainnya. Disana banyak terdapat bangunan dengan izin rumah tinggal berdiri setinggi tiga lantai.

Kepala Seksi Penataan dan Pengawasan Bangunan (P2B) Sarmula Silalahi kinerjanya dipertanyakan. Karena hingga saat ini banyak bangunan bermasalah di Kalideres tidak diberikan sanksi tegas. Apakah dibiarkan karena lemahnya pengawasan atau memang menguntungkan?

Pejabat instansi terkait yang lebih tinggi agaknya harus turun tangan menyelesaikan permasalahan yang terjadi di Kalideres, Jakbar. Dan bukan tidak mungkin wilayah Kalideres akan tenggelam saat hujan turun karena semrawutnya pembangunan.

Agaknya Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo harus mengambil sikap kepada bawahannya yang bekerja kurang maksimal.

Daftar proyek pembangunan yang diduga bermasalah di Kalideres, Jakarta Barat.

1. Bangunan dengan izin rumah tinggal di Komplek Perum Puri Gardena Blok C1 No.3 Kel. Pegadungan. Nomor PIMB: 1569/PIMB/07 tanggal 2-7-2007.
2. Bangunan dengan izin rumah tinggal di Komplek Perum Puri Gardena Blok C1 No.1 Kel. Pegadungan. Nomor PIMB: 739/PIMB/07 tanggal 29-3-2007, nomor IMB: 3066/IMB/07 tanggal 17-4-2007.
3. Bangunan dengan izin rukan di Jalan Tampak Siring Blok KJB No.1-11. nomor IP: 386/KM/B/03 tanggal 24-12-2003.
4. Bangunan dengan izin rumah tinggal setinggi tiga lantai di Komplek Perum Citra 2 Blok C4 No.1 Kel. Pegadungan. Nomor PIMB: 169/PIMB/08 tanggal 23-1-2008.

“Take It To The Next Level” ala NIKE

Sabtu, 31 Mei 08 - oleh : Sunarya

Dalam rangka meningkatkan semangat para pesepakbola muda untuk pengembangan permainannya hingga ke level yang lebih tinggi. Nike meluncurkan kampanye “Take It To The Next Level” yang merupakan komunikasi untuk peluncuran produk-produk T90 Series serta iklan TV terbaru Nike yang berdurasi 120 detik.

Kampanye global “Take It To The Next Level” merupakan kampanye sepakbola Nike di negara-negara dimana sepakbola menjadi mayoritas olahraga yang paling diminati. Kampanye ini merupakan dukungan Nike dalam menyambut perhelatan sepakbola akbar dunia EUFA Euro Cup 2008. Nike juga mengeluarkan National Team Kit (NTK) dari 8 negara, yaitu Kroasia, Portugal, Belanda, Belgia, Slovenia, Serbia, Rusia dan Turki, dimana 5 diantaranya bermain dalam putaran final di Euro Cup 2008.

“Melalui kampanye “Take It To The Next Level”, Nike bertujuan agar lebih memotivasi dan memfasilitasi mereka untuk mengembangkan permainannya ke level yang lebih tinggi, dengan peluncuran produk-produk T90 Series terbaru yang berkualitas beserta iklan TV yang memperlihatkan perjalanan karir dan upaya-upaya yang harus dilakukan para pemain pemain sepakbola favoritnya untuk menuju level puncak,” ucap Digital/Advertising Manager Nike Indonesia Wina Hapsari.

Menyadari bahwa selalu ada peningkatan kebutuhan untuk membawa permainan ke level selanjutnya. Oleh karena itu, evolusi terbaru dari Nike pada produk-produk T90 Series diharapkan dapat menjadi salah satu faktor penunjang bagi keberhasilan performa para pemain sepakbola.

“T90 Series yang terdiri dari T90 Statement Top, T90 Laser II Boots dan T90 Omni Ball menghadirkan bahan dan metode konstruksi yang selalu diperbaharui sesuai dengan kebutuhan pemain untuk menuju ke level selanjutnya, “ ujar EKIN Nike Indonesia Jeffry Chendana.

Untuk melangkah menuju level selanjutnya di dunia sepakbola, seorang pemain harus memiliki kombinasi yang pas antara keahlian, kekuatan fisik, mental yang tangguh, kontrol emosi, serta ditunjang oleh produk terbaik dan sedikit keberuntungan. Perjalanan mencapai puncak merupakan perjalanan panjang yang berliku-liku, tidak mudah ataupun cepat serta penuh dengan kejutan.

Nike berkomitmen untuk senantiasa menyemangati para pemain muda dalam memiliki keinginan dan ambisi menuju level selanjutnya. Perjalanan karir dewa-dewa pesepakbola dunia seperti Cristiano Ronaldo, Cesc Fabregas, Ronaldinho, Wayne Rooney, Ruud Van Nistlerooy, Zlatan Ibrahimovich, Marco Materazzi dan Rafael Marquez diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi pengembangan karir para pesepakbola muda.

Saat ini, Nike Inc yang berkantor pusat di Beaverton, Oregon, merupakan perusahaan dunia yang terkemuka di bidang rancangan, pemasaran dan distribusi sepatu atlet, busana, perlengkapan dan aksesoris untuk beragam jenis olahraga dan aktivitas tubuh. Beberapa anak perusahaan yang sepenuhnya dimiliki Nike Inc antara lain: Converse Inc, meliputi hasil rancangan, pemasaran, dan distribusi sepatu atlet. Buer NIKE Hockey Inc, perusahaan terkemuka di bidang perancangan dan distribusi perlengkapan hoki. Cole Haan, perusahaan yang merancang, memasarkan dan distribusi adi busana dan sepatu kasual dan aksesorisnya. Dan terakhir Hurley International LLC, perusahaan yang merancang, memasarkan dan mendistribusikan sepatu, busana dan aksesoris yang sesuai dengan gaya anak muda.