oleh : Ahmad Teguh SPdI
Doa merupakan perintah Alloh. “Berdo’alah kalian kepada-Ku, Niscaya Aku kabulkan untukmu.” QS. 40:60. Do’a juga adalah ‘ibadah dan haditsnya pun shohih terdapat dalam kitab Al Adzkar An Nawawi yang berbunyi, ”Do’a itu sum-sumnya ‘ibadah.” Al Hadits
”Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang aku, Maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, Maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.” QS. 2:186
“Sesungguhnya Alloh mencintai orang-orang yang cerewet dalam berdo’a.” Al Hadits.
Dalam berdo’a pun memiliki adab dan urutan seperti menghadap Qiblat, diawali dengan berdzikir, mengangkat kedua tangan, membaca hamdalah, membaca Sholawat atas Nabi SAW, memohon ampun dan memperbaharui taubat, memohonkan ampun untuk kedua orang tua, memohonkan ampun untuk umat Islam, menghadirkan hati dan berkonsentrasi serta khusyu’, bersungguh-sungguh, yakin bahwa Alloh mengabulkan do’a kita, rendah hati, lembut dan diikuti rasa takut, do’a diucapkan terus menerus tanpa putus asa, senantiasa bertaubat dan memperbaiki diri, makanannya harus yang halal, do’a diakhiri dengan sholawat dan hamdalah, mengusap kedua tangan ke wajah.
Agar do’a kita terkabul, beberapa persyaratan yang dilakukan adalah, memenuhi seruan dan patuh pada Alloh, beriman kepada Alloh – QS. 2:186. Do’a adalah prerogatif Alloh, maka bentuk pengabulannya adalah terserah Alloh yaitu apa yang terbaik menurut Alloh untuk diri kita. Umpamanya, jika kita berdoa kepada Alloh agar diberikan mobil mewah, tapi kemudian mobil mewah akan membuat kita sengsara karena harus ekstra hati-hati dalam menjaga dan merawat sehingga kita menjadi mudah marah dan lupa kepada Alloh. Maka secara otomatis Alloh tidak akan mengabulkan do’a kita.
Alloh mengabulkan do’a setiap hamba-Nya. Bentuknya bisa sesuai dengan apa yang diminta oleh hamba tersebut. Bisa berupa si hamba itu diselamatkan dari mara bahaya, bisa diberi-Nya hidayah, atau bisa diberi-Nya ampunan. Bisa juga diberi-Nya Surga dan diselamatkan dari Neraka, maupun bentuk-bentuk lain yang menurut Alloh baik bagi si hamba itu.
Waktu terkabulnya do’apun terserah Alloh, karena Dia sajalah yang paling tahu kapan waktu yang terbaik untuk hamba itu. Jika Alloh memberikan sesuatu bisa berupa tunai, bisa tempo, bisa kredit atau kelak diberi di akhirat.
DIarsipkan di bawah: Bening Hati | Tagged: Ahmad Teguh SPdI, Berdoa, Kita, Mengapa