PT UCC, Diduga Salah Satu Penyebab Banjir Di Semanan

Senin, 16 Juni 08 – oleh : Sunarya

Banjir di wilayah Kelurahan Semanan, Kalideres, Jakarta Barat, kini tak terelekan lagi. Ada dugaan kuat salah satu penyebabnya adalah PT United Can Company (PT UCC) atau yang lebih dikenal dengan nama pabrik kaleng yang beralamat di Jalan Raya Daan Mogot KM.17,5 Kel. Semanan, Kalideres, Jakarta Barat.

Bagaimana banjir tersebut bisa terjadi dan sumbangsih apa saja yang diberikan PT UCC terhadap warga Semanan? Berikut hasil wawancara redaksi imediacyber.com dengan Ketua Aliansi Pemuda Semanan Saudi.

Wilayah mana saja yang terkena banjir saat hujan di Kel. Semanan yang Anda duga disebabkan oleh PT UCC dan sudah terjadi kapan?
Wilayah RW 02, RW 06 dan RW 010.

Berapa ketinggian rata-rata banjir yang terjadi saat hujan turun di wilayah tersebut?
Ketinggian air saat banjir rata-rata 30 sampai 40 centimeter. Dan itu sudah menjadi rutinitas setiap kali hujan turun.

Kenapa Anda menduga banjir tersebut disebabkan oleh PT UCC?
Itu bukan dugaan. Hal tersebut telah kami pelajari lebih dari tujuh tahun. Karena pada saat lahan tidur PT UCC masih memiliki drainase, warga wilayah tersebut tidak kebanjiran. Tetapi karena bentuk drainase yang telah ada tidak permanen sehingga kini drainase tersebut sudah rata dengan permukaan tanah. Bahkan, lahan tidur PT UCC itu sendiri sering tergenang air sehingga menyebabkan genangan air tersebut merembas ke pemukiman warga. Dan saat ini drainase warga yang melewati lahan tidur PT UCC telah ditutup dengan alasan pembuatan tembok pembatas baru. Contohnya seperti yang terjadi pada rumah tokoh masyarakat RW 010 H Ridin. Saking kuatnya tekanan air rembasan dari lahan tidur PT UCC menyebabkan keramik lantai rumahnya terangkat dan rusak.

Berapa kerugian yang diderita warga akibat banjir tersebut?
Saya tidak bisa memprediksi kerugian material. Dan untuk hal ini masyarakat bukan hanya dirugikan secara material, tapi juga kerugian secara psikologis. Masyarakat saat ini sudah merasa tidak nyaman lagi tinggal di wilayah tersebut karena banjir yang datang tidak mengenal waktu.

Langkah-langkah apa saja yang sudah di tempuh dengan PT UCC untuk menyelesaikan permasalahan ini?
Surat Permohonan Drainase sudah kami layangkan sejak Februari 2008 atas nama Forum Pemuda Semanan Mandiri kepada PT UCC dengan diketahui beberapa tokoh masyarakat. Diantaranya Ketua RW 02, Ketua RW 06 dan Ketua RW 010 beserta Dewan Kelurahan RW setempat. Namun, hingga saat ini kami, Aliansi Pemuda Semanan, belum pernah diajak bermusyawarah untuk menyelesaikan permasalahan warga tersebut.

Saat ini, pemerintah mewajibkan program kepedulian perusahaan terhadap warga di sekitar tempat berdomisili perusahaan. Apa yang sudah diterima warga Semanan dengan keberadaan PT UCC?
Sepengetahuan saya, program CSR (Corporate Social Responsibility) PT UCC tidak pernah ada untuk masyarakat di sekitarnya. Ada juga yang terjadi saat ini PT UCC hanya memberikan polusi-polusi antara lain polusi udara dan suara. Tanpa memperhatikan kebutuhan warga akibat dampak pencemaran tersebut. Bahkan, perekrutan tenaga kerja PT UCC itu sendiri untuk warga sekitar di rasa kurang karena untuk bekerja di PT UCC sebagai karyawan kontrak setiap pelamar dikenakan pungutan sebesar Rp 700 ribu pada rekanan PT UCC.

Kalau begitu, apa yang Anda harapkan selaku tokoh pemuda Semanan kepada PT UCC?
Dalam hal ini, kami atas nama Aliansi Pemuda Semanan, mengharapkan kerja sama yang baik. Untuk masalah banjir kami berharap dibuatkan kembali drainase di lahan tidur PT UCC sepanjang tembok pembatas milik PT UCC hingga Sungai Mucerfaart. Dan untuk masalah pencemaran yang ditimbulkan oleh PT UCC kami minta untuk segera dibenahi oleh PT UCC sendiri dan diminimalisir tingkat pencemarannya. Serta untuk perekrutan tenaga kerja kami berharap agar prosantasenya berimbang, minimal untuk warga wilayah Semanan mendapat prioritas 50 persen dari tenaga kerja yang direkrut tanpa adanya pungutan dari rekanan PT UCC. Karena kenyataannya, perekrutan karyawan PT UCC pada masyarakat Semanan hanya berkisar 10 persen.

Tinggalkan Balasan