Jakarta sebagai Ibu Kota Negara akan melaksanakan hajatan besar, pemilihan umum kepala daerah (pemilukada) 2012. Kandidat yang terdengar akan mencalonkan baru dua orang tokoh besar betawi. Pertanyaannya kini, siapa pantas memimpin Jakarta?
Sebagai Gubernur DKI Jakarta yang masih menjabat, Fauzi Bowo mempunyai kesan kuat ingin tetap memimpin Jakarta pada periode akan datang. Sejumlah kesuksesan juga di klaim pihak Fauzi Bowo telah diraih Jakarta semenjak dipimpin dirinya.
Meski persoalan mendasar yakni kemacetan dan banjir belum teratasi, namun di atas kertas kinerja pria yang akrab disapa Foke dan wakilnya Prijanto ternyata cukup baik. Paling tidak dalam hal ekonomi, pertumbuhan ekonomi di Jakarta terus meningkat sejak dipimpin Foke.
Pihak Foke mengklaim, sejak tahun 2007 pertumbuhan ekonomi terus meningkat, tetapi karena pertengahan 2008 ada krisis jadi sempat mengalami penurunan. Pada tahun 2008 pertumbuhan ekonomi sebesar 6,1 persen. Tetapi tahun 2009 turun menjadi 5,01 persen akibat krisis, tapi ini masih di atas pertumbuhan ekonomi nasional yang hanya sebesar 4,5 persen.
DKI juga mengklaim mampu menurunkan angka pengangguran sejak tahun 2007. Pada tahun tersebut penurunan pengangguran mencapai 12,5 persen. Pada tahun 2008 turun kembali sebanyak 12,16 persen dan pada tahun berikutnya 2009 turun 12,15 persen.
Di bidang pendidikan, DKI juga memiliki komitment yang tinggi untuk memajukan sektor tersebut. Hal ini tercermin dari meningkatnya anggaran yang dialokasikan untuk sektor pendidikan.
Pemprov DKI juga menganggarkan dana yang tidak sedikit untuk program penanggulangan banjir yang terus melanda Ibukota. Sebesar Rp1,677 triliun akan digelontorkan untuk membuat sarana dan prasarana antisipasi banjir. Dana tersebut digunakan untuk meningkatkan fungsi Banjir Kanal Timur (BKT), program normalisasi sungai, penataan waduk, drainase dan program lainnya. Harapannya agar dapat mengatasi 33 titik genangan di Jakarta.
Dalam bidang transportasi, Pemprov DKI telah membuat beberapa jembatan yang difungsikan untuk mengurai kemacetan. Pada tahun 2008 Jembatan Teluk Gong telah rampung dibuat. Tahun 2009 pembangunan Jembatan Latuharhari, Genit, dan Condet juga tuntas digarap.
Untuk tahun ini akan dilaksanakan pembanguan flyover di Bandengan dan Tubagus Angke untuk mengatasi persimpangan dengan perlintasan kereta. Sedangkan flyover yang menghubungkan Kampung Melayu-Tanah Abang dan Jalan Antasari-Blok M direncanakan akan selesai pada tahun 2012 nanti.
Namun, sejak dilantik pada 8 Oktober 2007 lalu, kekayaan Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo terus naik. Saat ini kekayaan pria yang akrab disapa Foke tersebut mencapai Rp46,9 miliar dan US$ 200 ribu.
“Kekayaan saya Rp46.935.609.591 dan US$ 200 ribu yang saya laporkan sejak 26 Juli 2010,” ujar Foke saat menyampaikan laporan harta kekayaannya dihadapan KPK dan pejabat Pemprov DKI, Agustus 2010 lalu.
Foke menjelaskan jika kenaikan hartanya sebesar Rp8 miliar dan US$ 50 ribu tersebut karena nilai jual objek pajak (NJOP) hartanya naik. Harta sebesar Rp38,5 miliar pada tahun 2007 tersebut meliputi tanah dan bangunan, tiga buah mobil, lima buah sepeda motor, logam mulia, batu mulia, barang seni dan antik, benda-benda bergerak lainnya, ditambah giro serta surat-surat berharga lainnya. Lalu bagaimana rincian harta Foke yang saat ini mencapai Rp46 miliar dan USD 200 ribu tersebut. “Soal itu tanyakan juga ke KPK yah,” imbuhnya singkat.
Sementara itu, Ketua Dewan Pimpinan Daerah Partai Demokrat DKI Jakarta Mayjen (TNI) Purnawirawan Nachrowi Ramli mengaku siap untuk menjadi gubernur DKI Jakarta masa bakti 2012-2017. Jika nantinya ditetapkan Majelis Tinggi Partai Demokrat yang dipimpin Susilo Bambang Yudhoyono mengikuti pilkada tahun 2012.
Nachrowi Ramli yang merupakan mantan Kepala Lembaga Sandi Negara oleh Musda itu ditetapkan sebagai satu-satunya bakal calon gubernur Jakarta masa bakti 2012-2017. Gubernur DKI Jakarta saat ini Fauzi Bowo juga adalah kader Demokrat.
“Bisa saja ada dua calon gubernur. Namun, biasanya partai hanya mencalonkan satu orang,” ucap Nachrowi yang merupakan putra Betawi.
Nachrowi menargetkan jika terpilih menjadi pemimpin eksekutif di Jakarta, ia mengatakan dirinya ingin menjadikan ibu kota Republik Indonesia itu sebagai kota negara yang bersih.
“Jakarta harus menjadi kota yang bersih, bebas dari polusi, sampah serta bebas dari tindakan nepotisme,” ungkapnya.
Ia mengemukakan pula bahwa pilkada tahun 2012 yang memilih gubenur dan wakil gubernur akan menjadi ajang pemanasan atau” warming up” bagi pemilihan presiden dan wakil presiden masa bakti 2014-2019. “Target saya adalah “memanaskan kembali” mesin-mesin partai,” tegasnya.
Akankah Nachrowi Ramli mampu menggeser Foke dari kursi Gubernur DKI Jakarta tahun depan? Kita tunggu saja!
Filed under: Berita imediacyber.com Ditandai: | anggaran, banjir, ekonomi, fauzi bowo, foke, Jakarta, kemacetan, kpk, krisis, nachrowi ramli, pantas, partai demokrat, pengangguran, pimpin, prasarana, sarana, sektor pendidikan